Jokowi Harus Mundur Sebagai Presiden

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan langkah blunder dengan mengumpulkan Relawan Jokowi di Istana Negara. Pasalnya, Fernando menduga Jokowi mengumpulkan di Istana pada Rabu (24/10/2023) itu untuk kepentingan dukungan pada Pilpres 2024.

“Jokowi sudah secara terang-terangan menggunakan Istana Negara untuk kepentingan dukungannya pada pilpres 2024,” kata Fernando dalam rilisnya dikutip hari ini.

- Advertisement -

Fernando juga tidak menyakini Jokowi akan bersikap netral pada Pilpres 2024, karena tanpa Gibran menjadi cawapres pun Jokowi sudah sangat jelas memberikan dujungan kepada Prabowo.

“Apalagi Gibran menjadi cawapres Prabowo, maka Jokowi akan sepenuh hati dan sangat mungkin segala upaya dilakukan untuk memenangkan pasangan Prabowo dan Gibran,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Fernando, perlu diwaspadai peluang Jokowi bakal memanfaatkan pejabat negara untuk memenangkan Prabowo – Gibran di Pilpres 2024. Apalagi Prabowo sebagai Menteri Pertahanan yang  sangat mungkin menjadi salah satu alat kuat menggerakkan kepentingan tersebut.

- Advertisement -

“Agar terjaga netralitas Kementerian, Lembaga Negara, TNI, Polri dan ASN sebaiknya Jokowi mundur dari jabatannya sebagai Presiden karena sudah sangat terlihat ketidaknetralannya,” tutup Fernando.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kericuhan Hotel Sultan, 119 Orang Diamankan Polisi

JCCNetwork.id- Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 119 orang menyusul kericuhan yang terjadi saat pelaksanaan eksekusi lahan dan bangunan Hotel Sultan di kawasan Senayan, Jakarta...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER