Prostitusi Kelas Teri Gang Royal Tamat Riwatnya!

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Praktik prostitusi kelas teri di Gang Royal, yang kerap berbagai persoalan mulai dari perdagangan manusia bahkan berujung pada kematian pengunjungnya akhirnya tamat.

Berakhirnya praktik prostitusi kelas teri ini ditandai dengan langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, resmi menutup praktik prostitusi di Gang Royal di Jalan Rawa Bebek Selatan RW013, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara pada Rabu (20/9/2023).

- Advertisement -

Kepala Satpol PP Arifin, menegaskan bahwa tak ada relokasi dalam penertiban ini. Pasalnya kegiatan di sana adalah kegiatan bisnis lendir bukan tempat tinggal. Di mana, Gang Royal ada sekitar 150 bangunan kafe digunakan untuk menyediakan layanan perempuan malam.

“Mereka malah menjadikannya kafe-kafe malam, menyediakan perempuan-perempuan malam, jadi enggak perlu ada relokasi-relokasi,” kata Arifin, Rabu (20/9/2023).

Adapun wilayah tersebut merupakan lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Pemprov DKI tengah berkoordinasi untuk pembukaan ruang terbuka hijau (RTH) di lokasi eks tempat prostitusi itu.

- Advertisement -

Di samping itu Petugas Satpol PP DKI Jakarta di Kecamatan Penjaringan, telah diberi tugas untuk menjaga kawasan bekas Gang Royal setelah penertiban, sampai konsep penataan kawasan selesai dibahas bersama dengan pemerintah dan PT KAI (Persero).

“Makanya kami minta PT KAI untuk segera bergerak lebih cepat untuk membantu,” kata Arifin.

Gang Royal Memakan Korban Jiwa

Sebelumnya, Aksi premanisme kembali menghantui ibu kota. Kali ini, kejadian mengerikan terjadi di Gang Royal, Jalan Rawa Bebek RW 013, Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin (10/7/2023) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB. Korban bernama Fransiskus Dandy Sales meregang nyawa setelah dihakimi oleh enam preman kejam.

Peristiwa tragis ini bermula ketika Dandy Sales bersama temannya, Dedi Son Tapen, hendak pergi ke tempat kerja. Di tengah perjalanan, Dandy mengajak Dedi untuk singgah di salah satu tempat yang dikenal dengan nama Royal. Dandy berdalih ingin menemui kekasihnya yang bekerja di sana.

Saat Dandy masuk ke dalam kawasan Royal, Dedi menunggu di area parkir. Namun, setelah berlalu 20 menit, keributan mengerikan terdengar dari dalam kawasan tersebut. Dedi Son segera mendatangi kejadian tersebut, dan terkejut mendapati Dandy Sales sedang dikeroyok oleh keenam pelaku.

Namun, orang-orang di tempat kejadian meminta Dedi Son untuk tidak ikut campur dalam masalah antara korban dan pelaku.

“Tiba-tiba ada seseorang yang meminta saya untuk memanggil bantuan agar korban dapat diselamatkan dari tempat kejadian. Saya segera pulang ke kosan untuk memberitahu kakak-kakak korban,” ungkap Dedi Son kepada JCCNetwork pada Jumat (14/7/2023).

Setelah menerima informasi tersebut, saudara korban yang bernama Frederick Wilson Afeanpah segera bergerak menuju lokasi kejadian. Dandy Sales sudah dalam keadaan tak sadarkan diri, dan akhirnya dilarikan ke RSUD Cengkareng.

Dandy Sales mengalami luka serius pada bagian kepala yang menyebabkan pendarahan di otak akibat pukulan yang ia terima. Sayangnya, nyawa Dandy tidak dapat diselamatkan, dan ia pun meninggal dunia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kecelakaan Maut di Tulang Bawang, Tiga Korban Tewas

JCCNetwork.id- Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan dua truk dan satu sepeda motor terjadi di ruas Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalintim), tepatnya di Desa...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER