JCCNetwork.id- Polres Pesisir Barat, Polda Lampung, berhasil mengungkap dan menangkap seorang pelaku penipuan berkedok penggandaan uang di wilayah tersebut. Pelaku berinisial HS (34) warga Desa Kalicita, Kecamatan Kota Bumi Utara, Kabupaten Lampung Utara.
Kapolsek Pesisir Tengah, Kompol Zaini Dahlan, mengatakan peristiwa ini berawal dari HS mendatangi rumah korban dan mengaku memiliki kemampuan untuk menggandakan uang dengan cara meramal menggunakan nama dan tanggal lahir. HS menjanjikan kepada korban, Eksirnabadi (54), bahwa ia bisa memperoleh uang sebesar Rp2 miliar apabila bersedia menyumbangkan uang sejumlah Rp30 juta.
“Kemudian korban tergiur dan keesokan harinya menyerahkan uang sejumlah Rp30 juta dengan cara 15 juta langsung diberikan ke pelaku dan Rp15 juta dikirim melalui transfer,” kata Dahlan dikutip Rabu (9/8/2023).
Tidak berhenti di situ, HS melanjutkan aksinya dengan menawarkan kepada korban kesempatan untuk menggandakan uang yang di simpan dalam koper. Pelaku meminta untuk menambahkan uang senilai Rp9.900.000, dengan janji bahwa uang dalam koper akan berlipat menjadi Rp3 miliar.
“Korban tertarik dan menyerahkan uang sejumlah Rp9.900.000 kepada pelaku,” ujarnya.
Namun, aksi penipuan HS tidak berlangsung lama. Pada Minggu, 6 Agustus 2023, unit Tekab 308 Presisi Polsek Pesisir Tengah mendapat informasi bahwa warga telah mengamankan pelaku.
Polisi segera mendatangi tempat kejadian perkara dan berhasil mengamankan HS. Pelaku mengakui perbuatannya dan kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Pesisir Tengah.
Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk tas ransel, bantal bersarung, dan helai sarung. Ternyata, HS bukanlah pelaku baru dalam aksi penipuan semacam ini, sebelumnya ia pernah menjalani hukuman atas tindak pidana serupa.
Akibat perbuatannya, HS terjerat dengan Pasal 378 KUHPidana dan Pasal 372 KUHPidana, yang mengancam dengan hukuman penjara hingga 4 tahun.
Penangkapan ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tetap waspada terhadap tawaran-tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, serta menghindari menjadi korban penipuan serupa.



