JCCNetwork.id — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir mulai mengganggu aktivitas masyarakat di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Kondisi yang berlangsung selama sepekan terakhir itu juga memicu keluhan kesehatan warga.
Kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Prabumulih, termasuk Jalan Jenderal Sudirman yang merupakan salah satu jalur utama lalu lintas.
Asap yang menebal membatasi jarak pandang pengendara sehingga meningkatkan risiko saat berkendara.
Selain mengganggu lalu lintas, kabut asap menyebabkan sejumlah warga mengeluhkan mata perih dan kesulitan bernapas, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Randi, seorang juru parkir di Kota Prabumulih, mengatakan kabut asap cenderung semakin tebal pada sore hari.
Kondisi tersebut dirasakannya saat bekerja di luar ruangan.
“Sudah satu minggu kabut asap tebal menyelimuti Kota Prabumulih. Dampaknya mata perih dan susah bernapas. Kita berharap pemerintah dapat cepat tanggap dengan membagikan masker,” ungkapnya.
Kita berharap pemerintah dapat cepat tanggap dengan membagikan masker,” ujar Randi.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengurangi dampak kabut asap, termasuk menyediakan masker bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Warga juga meminta Pemerintah Kota Prabumulih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani dampak kabut asap sekaligus mendukung upaya penanggulangan karhutla di wilayah Sumatera Selatan, khususnya selama musim kemarau.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh informasi mengenai langkah penanganan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Prabumulih.
Konfirmasi dari pemerintah daerah masih diperlukan untuk mengetahui dcf upaya yang telah disiapkan guna melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.
























