JCCNetwork.id– Gempa berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang provonsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Titik pusat gempa berada Kilo Meter (KM) arah Barat Laut Kabupaten Manggarai Barat.
Hal tersebut dibenarkan, Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho yang menyebut, episenter gempa terletak pada koordinat 8,38 derajat LS dan 119,74 derajat BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 21 kilometer arah barat laut Labuhan Bajo pada kedalaman 136 kilometer.
“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia di bawah lempeng Eurasia,” kata Cahyo, Jumat (21/7/2023).
Cahyo menjelaskan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun dengan kombinasi mendatar oblique normal.
Lanjut Ia berdasarkan laporan masyarakat, guncangan gempa itu juga dirasakan di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai dengan skala II MMI.
Namun hingga saat ini, kata Cahyo, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
Sementara itu menurut Cahyo, jika dilihat dari hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik, menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami
Cahyo minta, masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” pungkasnya.



