JCCNetwork.id – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Maluku Utara Jakarta (KOMMALUT Jakarta) menggelar aksi demonstrasi di depan Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Jakarta Pusat.
Dalam orasinya mereka menuntut keterbukaan dan asas kebermanfaatan pengelolaan tambang khsusnya nikel di Provinsi Maluku Utara untuk masyarakat dan negara.
Untuk diketahui, Maluku Utara sendiri merupakan salah satu provinsi dengan penyedia niket terbesar di Indonesia. Menurut data Kementerian ESDM 30 persen dari bijih nikel yang ditambang di Indonesia berasal dari Maluku Utara.
“Mirisnya pada beberapa bulan lalu Kementerian ESDM menegur 29 Perusahaan diantarnya adalah PT. Mineral Trobos yang di pimpin langsung oleh Fabian Nuhusuly sampai dengan saat ini belum menyerahkan Rencana Kegiatan dan Anggaran Biaya (RKAB),” kata Koordinator Lapangan Mamat dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (20/7).
Ia mengungkapkan, bahwa permasalahan pertambangan di Maluku Utara marak terjadi ditenggarai oleh adanya penambang yang hanya mementingkan perusahaannya. Namun, tidak memberikan azas kebermanfaatan atau manfaat yang baik terhadap Bangsa Indonesia
Selain itu, Lanjut Mamat, berdasarkan surat teguran dari Kementerian ESDM RI dengan nomor T-5/MB.04/DBM.OP/2022 yang ditandatangani oleh Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral, Sugeng Mujiyanto pada 4 Januari 2022 lalu. Dimana ia diminta agar sejumlah perusahaan di Malut untuk menyampaikan RKAB tahun 2022.



