Pilot Susi Air Disandera KKB, Jokowi: Jangan Dilihat Diam Loh

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Presiden Jokowi memastikan pemerintah tak hanya diam saja kapten pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens yang disandera KKB. Akan tetapi, Jokowi menjelaskan, langkah yang dilakukan pemerintah tak semena-mena dibuka ke publik.

Pada intinya, kata Jokowi, pemerintah sudah berusaha keras untuk menyelematkan pilot Susi Air dari sandraan.

- Advertisement -

“Kita ini jangan dilihat diam loh ya. Kita ini sudah berupaya dengan amat sangat. Tetapi tidak bisa kita buka apa yang sudah kita upayakan, apa yang sudah kita kerjakan di lapangan,” kata Jokowi dalam keterangan persnya di Papua yang dilihat di akun Youtube Sekpres, Sabtu (8/7).

“Tadi malam pun kita sudah rapat juga, nggak bisa sampaikan isinya apa dan upayanya apa tapi pemerintah sudah berusaha keras untuk menyelesaikan persoalan itu dan masih dalam proses terus, tapi tidak bisa kita buka kepada publik,” tambah Jokowi.

Sebelumnya, pihak KKB pimpinan Egianus Kogoya mendesak pemerintah untuk membayar uang tebusan sebesar Rp 5 miliar.

- Advertisement -

Permintaan itu pun ditanggapi Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono dengan mangatakan akan memenuhi permintaan itu demi keselamatan semuanya.

“Kalau permintaannya itu, kita penuhi demi keselamatan semuanya,” ujar Yudo baru-baru ini.

Yudo menjelaskan alasan pemerintah memenuhi permintaan KKB itu bukan preseden buruk. Akan tetapi, langkah itu dilakukan sebagai upaya kemanusiaan terlebih menyangkut keselamatan pilot susi air dan warga sekitar.

“Kita lebih pada kemanusiaan, kalau kemanusiaan kan nggak ada harganya, nggak bisa dihargai berapa pun apabila ini menyangkut keselamatan nyawa manusia, baik pilot maupun warga sekitar,” terang Panglima TNI.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Semeru Erupsi Sore Ini, Abu Capai 500 Meter

JCCNetwork.id- Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali meningkat dengan terjadinya erupsi pada Kamis (30/4/2026) sore. Letusan tercatat terjadi sekitar pukul 15.47 WIB dengan kolom abu...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER