JCCNetwork.id- Yunani mencatat kemenangan bersejarah setelah menundukkan Jerman dengan skor tipis 1-0 pada pertandingan UEFA Nations League Grup A2 di WWK Arena, Jerman, Senin (28/9/2026).
Hasil tersebut menjadi catatan penting bagi Yunani karena untuk pertama kalinya mereka mampu mengalahkan Jerman dalam sejarah pertemuan kedua negara. Gol tunggal Dimitrios Kourbelis pada babak kedua memastikan tiga poin bagi tim tamu.
Jerman yang ditangani pelatih Jurgen Klopp sebenarnya tampil dominan sejak awal pertandingan. Tuan rumah lebih banyak menguasai bola dan beberapa kali menciptakan peluang berbahaya, tetapi rapatnya pertahanan Yunani serta penampilan impresif kiper Konstantinos Tzolakis membuat sejumlah peluang Jerman gagal berbuah gol.
Dengan kemenangan tersebut, Yunani semakin kokoh di puncak klasemen Grup A2 dengan koleksi enam poin. Sementara Jerman masih tanpa kemenangan dari dua pertandingan dan berada di posisi ketiga.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Jerman mencoba mengambil kendali permainan melalui Joshua Kimmich, Bambase Conte, Karim Adeyemi, dan Younes Ebnoutalib yang menjadi tumpuan dalam membangun serangan.
Namun, Yunani lebih dulu memberikan ancaman. Konstantinos Karetsas memperoleh peluang pada menit keenam ketika tim tamu memanfaatkan ruang di lini pertahanan Jerman.
Jerman kemudian merespons dengan meningkatkan tekanan. Peluang terbaik mereka datang pada menit ke-27 melalui Adeyemi.
Berawal dari skema sepak pojok pendek, Adeyemi menerima bola dan melewati Kostas Tsimikas sebelum melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Bola sempat bergerak menyulitkan Tzolakis, tetapi penjaga gawang Yunani itu masih mampu mengamankannya.
Adeyemi kembali menjadi sumber ancaman beberapa saat kemudian. Penyerang Jerman tersebut memaksa Tzolakis bekerja keras untuk mencegah gawang Yunani kebobolan.
Di sisi lain, Jerman sempat berada dalam situasi berbahaya akibat kesalahan Alexander Nubel. Penjaga gawang Jerman itu melakukan sapuan yang tidak sempurna sehingga memberi kesempatan bagi Yunani. Namun, peluang tersebut gagal dimanfaatkan untuk membuka keunggulan.
Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Jerman kembali meningkatkan intensitas serangan. Kimmich hampir membawa tuan rumah memecah kebuntuan, tetapi upayanya masih mampu digagalkan Tzolakis.
Tekanan Jerman yang terus meningkat justru berakhir dengan petaka pada menit ke-74.
Yunani berhasil mencuri keunggulan melalui Kourbelis. Gol tersebut bermula dari umpan silang Christos Tzolis yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh barisan pertahanan Jerman.
Bola liar kemudian jatuh tepat ke arah Kourbelis. Gelandang Yunani itu tidak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung melepaskan tembakan ke arah gawang.
Sepakan Kourbelis sempat berubah arah setelah mengenai pemain Jerman sebelum akhirnya masuk ke gawang Nubel. Yunani pun unggul 1-0.
Tertinggal, Jerman langsung mengerahkan lebih banyak pemain ke lini serang. Mereka berusaha mencari gol penyama kedudukan sebelum pertandingan berakhir.
Florian Wirtz menjadi salah satu pemain yang hampir menyelamatkan Jerman. Menjelang waktu normal berakhir, gelandang Liverpool tersebut melepaskan tembakan keras yang mengarah ke gawang Yunani.
Namun, bola hanya melayang tipis di atas mistar gawang Tzolakis.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Jerman tidak mampu mencetak gol balasan. Yunani mempertahankan keunggulan 1-0 sekaligus membawa pulang tiga poin dari markas Jerman.
Kemenangan ini juga mempertegas posisi Yunani di puncak Grup A2 dengan enam poin. Sebaliknya, Jerman masih harus mengejar kemenangan pertamanya setelah mengawali dua pertandingan tanpa hasil maksimal.
Susunan Pemain
Jerman (4-2-3-1): Alexander Nubel; Josha Vagnoman, Jonathan Tah, Yann Bisseck, Nathaniel Brown; Felix Nmecha, Joshua Kimmich; Karim Adeyemi, Bambase Conte, Kevin Schade; Younes Ebnoutalib.
Yunani (4-4-2): Konstantinos Tzolakis; Georgios Vagiannidis, Panagiotis Retsos, Konstantinos Mavropanos, Kostas Tsimikas; Konstantinos Karetsas, Christos Zafeiris, Thanasis Androutsos, Christos Tzolis; Andrews Tetteh, Vangelis Pavlidis.
























