JCCNetwork.id-Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengingatkan seluruh pihak untuk tidak melakukan pemaksaan terhadap pengusaha dalam pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang perayaan Idul Fitri. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ingin memastikan suasana menjelang hari raya tetap kondusif serta mendukung iklim usaha yang sehat di ibu kota.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat ditemui di wilayah Jakarta Timur pada Selasa (10/3). Ia menegaskan bahwa praktik meminta THR secara paksa, termasuk oleh organisasi masyarakat (ormas) atau pihak mana pun, tidak boleh terjadi karena dapat mengganggu stabilitas dunia usaha di Jakarta.
“Mudah-mudahan, tidak ada pemaksaan dari ormas (organisasi masyarakat) atau siapa pun untuk minta THR,” kata Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Timur, Selasa (10/3).
Menurut Pramono, selama ini Jakarta dikenal sebagai daerah dengan iklim usaha yang relatif kondusif dan menjadi pusat kegiatan ekonomi nasional. Karena itu, ia berharap hubungan antara pelaku usaha dan masyarakat dapat terus terjalin secara harmonis tanpa adanya tekanan yang berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengusaha.
Ia menilai stabilitas hubungan tersebut sangat penting agar aktivitas ekonomi tetap berjalan normal, terutama menjelang Lebaran ketika perputaran uang di berbagai sektor biasanya meningkat signifikan.
Pramono juga memberikan saran kepada para pelaku usaha agar tetap menyikapi berbagai permintaan dari pihak luar secara bijaksana. Menurutnya, menjaga suasana yang damai dan kondusif merupakan kunci agar roda perekonomian di ibu kota tidak terganggu.
“Bagi pengusaha, kalau boleh saya sarankan, karena Jakarta ini, terutama kita, menjaga kehidupan yang sudah berjalan dengan baik,” ujar Pramono.
Selain mengingatkan soal praktik pemaksaan THR, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan sejumlah program untuk memeriahkan suasana menjelang Idul Fitri. Berbagai kegiatan budaya dan hiburan disiapkan agar masyarakat dapat menikmati momen Lebaran dengan aman dan nyaman.
Salah satu agenda yang akan digelar adalah Hijab Fashion Show yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret 2026 di kawasan Tanah Abang. Kegiatan ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat sekaligus mendorong geliat sektor perdagangan dan industri fesyen muslim di Jakarta.
Selanjutnya, pada 19 Maret 2026, Pemprov DKI Jakarta juga akan menyelenggarakan Festival Bedug yang digelar pada malam hari dan dilanjutkan dengan pawai obor. Acara tersebut dirancang sebagai bagian dari tradisi menyambut Lebaran yang melibatkan partisipasi masyarakat luas.
“Pada tanggal 12 Maret nanti, ada Hijab Fashion Show di Tanah Abang. Kemudian, pada tanggal 19, akan ada bedug festival malam hari dan juga pawai obor,” ungkap Pramono.
Tidak hanya menghadirkan kegiatan hiburan, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai program layanan bagi warga selama periode libur Lebaran. Beberapa di antaranya berupa fasilitas transportasi umum gratis serta berbagai promo dan potongan harga di pusat perbelanjaan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tetap berada di Jakarta saat libur Lebaran sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di sektor ritel dan jasa.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap suasana menjelang Idul Fitri dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh kebersamaan tanpa adanya tindakan yang merugikan pelaku usaha maupun masyarakat.



