JCCNetwork.id- Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memilih irit bicara usai timnya bermain imbang 2-2 melawan Persebaya Surabaya pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (2/3/2026) malam, diwarnai tensi tinggi sepanjang pertandingan.
Dalam konferensi pers seusai laga, Hodak menyatakan tidak dapat memberikan komentar lebih jauh terkait jalannya pertandingan. Ia menegaskan enggan membahas kepemimpinan wasit yang memimpin duel sarat gengsi tersebut.
“Ya, saya respek pada semuanya, saya respek pada media, termasuk semua yang ada di sini. Tetapi, saya juga tidak bisa bicara mengenai wasit, sehingga saya tidak bisa komentar mengenai jalannya pertandingan,” kata Hodak dikutip dari Antara, Selasa, 3 Maret 2026.
Pelatih asal Kroasia itu juga menolak memaparkan evaluasi taktik maupun analisis teknis pertandingan. Ia hanya menyampaikan permohonan maaf singkat kepada para jurnalis sebelum meninggalkan ruang konferensi pers.
“Itu saja. Cukup. Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Kami tidak membicarakan tentang wasit,” ungkap Hodak.
Di atas lapangan, pertandingan berlangsung terbuka dengan jual beli serangan sejak awal babak pertama. Tuan rumah unggul lebih dulu menjelang turun minum melalui gol Bruno Moreira pada menit ke-44. Persib merespons cepat setelah jeda lewat gol Luciano Guaycochea pada menit ke-51 yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Tim tamu kemudian berbalik unggul setelah Andrew Jung mencetak gol pada menit ke-73. Namun, keunggulan tersebut tak bertahan hingga akhir laga. Persebaya memastikan satu poin setelah Francisco Rivera membobol gawang Persib pada menit ke-83 dan mengubah skor menjadi 2-2.
Hasil imbang ini membuat Persebaya tetap bertahan di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 39 poin. Sementara itu, Persib masih kokoh di puncak klasemen dengan 54 poin, meski gagal memperlebar jarak dari para pesaingnya.
Tambahan satu poin di Surabaya dinilai tetap penting bagi Maung Bandung dalam menjaga konsistensi di jalur perburuan gelar. Namun, sorotan terhadap jalannya pertandingan dan keputusan wasit diperkirakan masih akan menjadi perbincangan di kalangan suporter dan pengamat sepak bola nasional.























