JCCNetwork.id- Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperdalam kerja sama strategis dengan Turki di berbagai sektor utama, meliputi ekonomi, pertahanan, energi baru terbarukan, hingga koordinasi di forum multilateral. Penegasan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono usai Pertemuan Gabungan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Indonesia–Turki atau Dialog 2+2 yang digelar di Ankara, Turki, Jumat (9/1) waktu setempat.
Dalam pernyataan pers bersama, Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia dan Turki telah mencapai kesepahaman untuk segera menuntaskan kesepakatan awal penguatan kemitraan ekonomi bilateral. Kesepakatan tersebut diproyeksikan menjadi fondasi menuju kerja sama ekonomi strategis yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Menurut Sugiono, kedua negara sepakat bahwa penyelesaian preferential trade agreement terbatas merupakan langkah awal yang penting untuk membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas. Kesepakatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
“Kami sepakat mengenai pentingnya segera menyelesaikan kesepakatan preferensial terbatas sebagai pijakan awal menuju kemitraan ekonomi strategis komprehensif yang membuka potensi dan manfaat ekonomi bagi rakyat kedua negara,” katanya.
Selain sektor ekonomi, Indonesia dan Turki juga menaruh perhatian besar pada pengembangan kerja sama di bidang energi baru dan terbarukan. Sugiono menegaskan bahwa kolaborasi tersebut mencakup pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV), mulai dari industri baterai, petrokimia, hingga kerja sama di sektor pertambangan dan energi.
Di bidang pertahanan, Sugiono menekankan tekad bersama untuk memperkuat kolaborasi guna mendorong kemandirian industri pertahanan nasional masing-masing negara. Kerja sama tersebut mencakup peningkatan kapasitas industri, alih teknologi, serta penguatan kemampuan produksi alat utama sistem persenjataan.
Dialog 2+2 Indonesia–Turki juga dimanfaatkan sebagai forum pertukaran pandangan mengenai dinamika regional dan global. Kedua delegasi membahas isu-isu strategis yang berkembang di berbagai forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Kerja Sama Islam, serta kawasan Asia Tenggara melalui ASEAN.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan Turki kembali menegaskan sikap bersama untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina. Kedua negara sepakat meningkatkan koordinasi dan upaya diplomatik guna mendorong terwujudnya kemerdekaan Palestina secara adil dan berkelanjutan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyatakan bahwa Ankara dan Jakarta memiliki komitmen yang sama untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral serta memperluas kerja sama di sektor energi dan pangan. Selain itu, kedua pihak juga mengidentifikasi sejumlah sektor lain yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama.
Fidan menambahkan bahwa Turki tengah mengusung visi holistik dalam memperkuat keterlibatan dengan kawasan Asia Pasifik. Dalam konteks tersebut, Indonesia dipandang sebagai mitra strategis dan kunci bagi Turki dalam memperluas kerja sama ekonomi dan geopolitik di kawasan tersebut.
Pertemuan Dialog 2+2 Indonesia–Turki turut dihadiri Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Turki Yaşar Güler, beserta delegasi dari kedua negara. Forum ini membahas penguatan kerja sama strategis di bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, serta energi sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral jangka panjang antara Indonesia dan Turki.



