Waspada! Judul Menghebohkan Belum Tentu Fakta, Bisa Hoaks

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wenseslaus Manggut, menegaskan pentingnya kemampuan publik membedakan informasi benar dengan konten hoaks di tengah derasnya arus informasi digital.

Dijelaskan bahwa media profesional selalu memiliki pola kerja yang jelas, mulai dari sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan hingga proses redaksi yang bisa dipantau. Sementara konten hoaks cenderung tampil berlebihan, bombastis, dan sengaja dirancang untuk memancing emosi pembacanya.

- Advertisement -

Wenseslaus juga menekankan kolaborasi antara media dan berbagai lembaga merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Bentuk kerja sama itu, katanya, bisa ditempatkan pada berbagai level mulai dari penyediaan informasi, pengembangan sumber daya manusia, hingga kolaborasi bisnis yang wajar dalam ekosistem industri media.

“Kerja sama dengan pemerintah, korporasi, kepolisian, maupun kejaksaan penting, terutama dalam konteks penanganan hoaks dan ujaran kebencian,” kata Wenseslaus dalam Podcast JCCNetwork, Selasa (2/12/2025).

Menurutnya, penanganan hoaks membutuhkan alat bantu verifikasi di lapangan. Ia mencontohkan situasi ketika hoaks muncul dari daerah yang jauh seperti di Aceh atau Jayawijaya, Papua, sementara redaksi tidak memiliki perwakilan langsung di wilayah tersebut. Dalam kondisi itu, aparat kepolisian, pemerintah daerah, maupun organisasi masyarakat sipil setempat dapat memberikan klarifikasi awal untuk memastikan kebenaran informasi.

- Advertisement -

“Jadi kalau kerjasama dalam konteks hoax, mengatasi hoax, saya kira menurut saya memang itu harus segera dilakukan. Dan itu lebih efektif,” tegasnya.

Wenseslaus juga mengingatkan publik agar tidak mudah terjebak pada kegaduhan di media sosial. Jika ada informasi yang mencuat dan tidak diikuti klarifikasi dari media kredibel, maka patut dicurigai sebagai hoaks. Jadi sebaiknya masyarakat langsung mengakses situs resmi media ketika ragu terhadap sebuah kabar.

“Kalau mau cari berita yang benar, carilah di sumbernya yang tepat. Kalau kita menganggap informasi di sosmed itu sudah gak true ekosistemnya, maka jangan mencari di tempat yang gelap. carilah di tempat yang terang,” tutupnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

KAI Bergabung dalam United Nations Global Compact, Perkuat Implementasi Keberlanjutan untuk Transportasi Rendah Emisi

JCCNetwork.id- PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menjadi peserta United Nations Global Compact (UNGC), sebuah inisiatif keberlanjutan korporasi global yang mendorong praktik bisnis bertanggung...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER