JCCNetwork.id- Pelatih asal Uzbekistan, Timur Kapadze, dikabarkan akan berada di Indonesia pada pekan ini. Informasi tersebut diungkapkan pengamat politik sekaligus pemerhati sepakbola nasional, Effendi Gazali, yang menyebut bahwa kedatangan Kapadze murni untuk kepentingan pribadi dan bukan agenda resmi bersama federasi sepakbola Indonesia.
Melalui akun Instagram pribadinya, Effendi menjelaskan bahwa ia ingin meluruskan sejumlah informasi yang beredar mengenai agenda pelatih berusia 44 tahun tersebut. Ia menekankan bahwa kedatangan Kapadze tak berkaitan dengan proses seleksi pelatih Timnas Indonesia.
“INSHAA ALLAH DIA DATANG. Ini poin-poin supaya TIDAK SALAH KUTIP TIDAK SALAH INTERPRETASI,” tulis Efendi Gazali di akun Instagram-nya, @ effendigazaliofficial.
Effendi mengungkapkan bahwa dalam komunikasi yang berlangsung sejak Oktober, Kapadze menyatakan ingin menikmati waktu libur di sejumlah lokasi wisata Indonesia. Salah satu agenda pribadinya ialah beribadah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, yang disebut sebagai tujuan utama selama berada di Jakarta.
“Saya cuma SALAH SATU teman Coach Timur Kapadze (TK). Banyak orang Indonesia teman dia juga. Dalam diskusi 13/10, Bung Harpa juga sudah pernah bicara dengannya. Seseorang dari Federasi juga beberapa kali berdiskusi dengan Coach TK,” lanjut Effendi Gazali.“Coach TK murni datang BERLIBUR ke spot populer di Indonesia. Tapi, tentu dia tak mau melewatkan NIAT: ingin SHALAT DI ISTIQLAL.
Effendi kembali menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada jadwal pertemuan antara Kapadze dengan pihak PSSI.
“Saya tidak mendengar ada acara pertemuan dengan pihak lain atau federasi. Merasakan Indonesia apa adanya, mungkin itu yang diinginkan Coach TK saat ini,” tegas pria 58 tahun ini.
“Untuk keterbukaan, perlu disampaikan bahwa Timur Kapadze diajak berlibur ke Indonesia oleh Persahabatan Indonesia-Uzbekistan & EGI Resources. Perusahaan ini bergerak di bidang yang sama sekali tak ada hubungan dengan olahraga, tapi memang sedang berkembang ke Uzbekistan. Mereka hanya berharap: Indonesia bisa betul-betul menyusul Jepang & Uzbekistan ke Piala Dunia,” ujar Doktor di bidang Komunikasi Politik ini.
Menurut Effendi, kunjungan ini difasilitasi oleh Persahabatan Indonesia–Uzbekistan serta EGI Resources, perusahaan yang tidak bergerak di bidang olahraga. Kolaborasi tersebut disebut sebagai bagian dari hubungan ekonomi yang tengah berkembang antara kedua negara. Ia menambahkan bahwa pihak penyelenggara berharap Indonesia dapat terus meningkatkan prestasinya hingga mampu menyusul Jepang dan Uzbekistan dalam persaingan menuju Piala Dunia.
Di sisi lain, nama Timur Kapadze memang menjadi salah satu kandidat pelatih Timnas Indonesia setelah Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, sebelumnya menyatakan telah mengajukan nama Kapadze kepada Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers. Namun, Sumardji juga menegaskan bahwa belum ada pembicaraan lanjutan mengenai kemungkinan penunjukan tersebut.
“Belum ada pembicaraan apa-apa (soal Timur Kapadze latih Timnas Indonesia). (Timur Kapadze) termasuk yang saya sampaikan ke Dirtek,” kata Sumardji.
Dengan belum adanya agenda resmi antara Kapadze dan federasi, status pelatih asal Uzbekistan itu sebagai kandidat utama Timnas Indonesia masih menunggu keputusan lanjutan dari PSSI. Spekulasi publik pun terus berkembang, apakah kedatangannya ke Indonesia akan mempercepat proses penunjukannya sebagai pelatih kepala skuad Garuda atau tetap sebatas kunjungan pribadi.



