Wamendagri Sentil Kepala Daerah yang Andalkan Gimik Tanpa Solusi Nyata

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan para kepala daerah agar tidak menjadikan inovasi sebagai ajang gimik semata tanpa menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Peringatan itu disampaikan Bima saat membuka Presentasi Kepala Daerah Tahun 2025 di Ruang Sidang Utama Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Rabu (5/11/2025).

- Advertisement -

Bima menegaskan bahwa inovasi yang hanya dibangun demi prestise, popularitas, atau sekadar mengejar penghargaan tidak memiliki nilai keberlanjutan.

“Sayang sekali kalau inovasi itu hanya gimik saja. Hanya untuk prestise atau bahkan untuk popularitas kepala daerah. Kalau enggak ada solusinya, itu bukan inovasi,” ujarnya.

Menurut Bima, esensi inovasi terletak pada kemampuannya memberikan manfaat yang terukur, seperti efisiensi, efektivitas, dan kenyamanan bagi masyarakat.

- Advertisement -

Karena itu, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi yang kuat, bukan sekadar program ad hoc yang berhenti ketika sudah tidak lagi mendapat sorotan publik.

Dalam paparannya, Bima menguraikan bahwa ekosistem inovasi ideal bertumpu pada lima pilar: riset, regulasi, kelembagaan, aktor, dan pendanaan. Ia menilai banyak inovasi di daerah tidak berumur panjang karena tidak memiliki dasar hukum atau tidak terintegrasi ke dalam sistem pemerintahan.

“Semua inovasi tidak akan ada artinya kalau tidak ditopang riset yang serius. Banyak inovasi di daerah berhenti di tengah jalan karena tidak memiliki regulasi yang mengukuhkan,” tegasnya.

Ia juga mendorong keterlibatan berbagai elemen nonpemerintah seperti perguruan tinggi, komunitas, hingga sektor swasta untuk memperkuat ekosistem inovasi daerah. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menciptakan perubahan yang berdampak.

Wamendagri menyebut kehadiran kepala daerah dalam proses presentasi penilaian inovasi menunjukkan adanya integrasi antara gagasan inovasi dengan kebijakan daerah secara menyeluruh. Hal itu, katanya, merupakan indikator kuat dari political will seorang pemimpin.

“Kehadiran kepala daerah secara langsung adalah simbol bahwa inovasi yang ditawarkan akan menjadi bagian dari kebijakan secara keseluruhan,” ujar Bima sembari mengapresiasi kepala daerah yang hadir, termasuk Gubernur Sumatera Barat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan membangun budaya inovasi tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Dibutuhkan kepemimpinan yang konsisten, kolaboratif, dan visioner agar inovasi dapat menjadi karakter birokrasi.

Di akhir sambutannya, Bima mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk mengubah cara kerja menjadi lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

Melalui sistem ekosistem inovasi dan program Innovative Government Award (IGA), pemerintah menargetkan ASN bertransformasi menuju birokrasi yang inovatif dan berorientasi pelayanan.

“Ini targetnya adalah mencetak sebanyak-banyaknya ASN agar birokrasi kita hijrah dari kiri bawah ke kanan atas semua,” tuturnya.

Bima menegaskan bahwa inovasi bukan sekadar kompetisi, melainkan komitmen berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan publik dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di seluruh Indone

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dumfries Prihatin Italia Absen di Piala Dunia 2026

JCCNetwork.id-Pemain Timnas Belanda, Denzel Dumfries, menyampaikan keprihatinannya atas kegagalan Timnas Italia tampil di Piala Dunia 2026. Bek kanan berusia 30 tahun itu mengaku sedih melihat...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER