JCCNetwork.id- Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyambut positif kebijakan pemerintah yang menempatkan dana sebesar Rp200 triliun di lima bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk menggerakkan ekonomi nasional menjelang akhir tahun 2025.
Luhut menyebut langkah Menteri Keuangan yang baru sebagai pendekatan ekonomi yang progresif.
“Sekarang saya lihat Menteri Keuangan yang baru dia memborong mazhab dia untuk mengguyur market tadi ditaruh Rp200 triliun di perbankan dan itu saya kira langkah yang sangat bagus,” kata Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, dikutip dari tayangan Zona Bisnis, Metro TV, Selasa, 21 Oktober 2025.
Menurutnya, langkah itu dapat menjadi stimulus efektif untuk meningkatkan peredaran uang di masyarakat dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menjelaskan, selama ini banyak dana belanja pemerintah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) justru kembali tersimpan di bank sentral, sehingga dampaknya terhadap ekonomi riil menjadi terbatas.
“Dari dulu beliau (Purbaya) ini sebagai deputi saya, mazhabnya bagaimana market itu diguyur cash yang berputar di market,” ucapnya.
Luhut menilai strategi ini bukan hanya mengoptimalkan fungsi likuiditas perbankan, tetapi juga dapat memperkuat daya beli masyarakat serta mendorong investasi. Ia menyebut, dengan adanya perputaran dana di sektor keuangan, dunia usaha akan lebih bergairah dalam menyalurkan kredit dan memperluas kegiatan produksi.
Kebijakan penempatan dana pemerintah di bank Himbara tersebut dipandang sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah berharap injeksi likuiditas ini mampu menjaga momentum pertumbuhan menjelang transisi tahun anggaran baru dan mendukung target pertumbuhan ekonomi pada awal 2026.



