JCCNetwork.id- Memasuki akhir masa libur panjang Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lonjakan signifikan dalam jumlah pelanggan. Liburan kali ini dimanfaatkan masyarakat untuk bersilaturahmi, menjelajah destinasi wisata, hingga pulang ke kampung halaman. Di tengah kemacetan lalu lintas yang terjadi di berbagai kota besar dan kawasan wisata, kereta api tetap menjadi moda pilihan utama karena menghadirkan perjalanan yang nyaman, tepat waktu, dan bebas hambatan.
Tingginya minat masyarakat tercermin dari data penjualan tiket selama periode 26 hingga 29 Juni 2025. Secara kumulatif hingga 29 Juni Pukul 08.00 WIB, tercatat 851.169 pelanggan telah memesan tiket kereta api, atau setara 128% dari kapasitas kursi yang disediakan sebanyak 663.662 tempat duduk. Persentase yang melampaui 100% ini disebabkan oleh pola perjalanan dinamis, di mana penumpang naik dan turun di berbagai stasiun antara titik awal dan akhir. Fakta ini sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI selama masa libur nasional.
Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa lonjakan mobilitas tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi KAI untuk terus menjaga standar layanan.
“Kereta api tetap jadi pilihan utama karena bebas macet, tepat waktu, dan langsung menjangkau banyak destinasi. Kami mengimbau pelanggan untuk memperhitungkan waktu perjalanan menuju stasiun dan datang lebih awal, mengingat kepadatan lalu lintas yang masih tinggi di masa arus balik liburan ini,” ujar Anne.
Sebaran penumpang juga menunjukkan preferensi tujuan masyarakat selama libur panjang. KAI mencatat 10 besar stasiun kedatangan terfavorit, yang sekaligus menjadi pintu masuk menuju berbagai daerah tujuan wisata maupun kota besar:
1. Pasarsenen – 114.008 pelanggan
2. Gambir – 72.476 pelanggan
3. Surabaya Gubeng – 42.765 pelanggan
4. Surabaya Pasar Turi – 42.088 pelanggan
5. Semarang Tawang Bank Jateng – 40.171 pelanggan
6. Ketapang – 36.637 pelanggan
7. Solo Balapan – 34.341 pelanggan
8. Bandung – 32.782 pelanggan
9. Malang – 32.018 pelanggan
10. Purwokerto – 26.438 pelanggan
Destinasi-destinasi tersebut tak hanya menjadi pusat pergerakan masyarakat, tetapi juga mencerminkan minat tinggi terhadap wisata sejarah, alam, dan budaya. Kota seperti Semarang, Solo, dan Yogyakarta dikenal dengan pesona budaya dan kulinernya sementara Banyuwangi dan Malang menawarkan lanskap alam yang memikat. Bandung dan Purwokerto pun tak ketinggalan, menjadi magnet wisata belanja dan kuliner.
Melalui layanan yang inklusif dan terjangkau, KAI terus memperkuat perannya dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, terutama dalam hal pemerataan pembangunan dan perluasan konektivitas antardaerah. Salah satu upaya nyata KAI adalah dengan menghadirkan program diskon tiket 30% untuk KA Ekonomi komersial selama libur sekolah, yang memberi peluang lebih luas bagi masyarakat untuk bepergian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Program ini tidak hanya meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga menggerakkan sektor-sektor turunan seperti UMKM, penginapan lokal, kuliner, dan layanan transportasi lanjutan di sekitar stasiun. Setiap kedatangan pelanggan membawa manfaat ekonomi yang tersebar secara langsung ke berbagai pelaku usaha lokal.
“Menutup masa libur panjang dengan tertib dan aman juga menjadi perhatian utama. Untuk itu, KAI mengimbau masyarakat agar terus memantau ketersediaan tiket melalui kanal resmi seperti aplikasi Access by KAI dan situs booking.kai.id. Karena bagi KAI, perjalanan dengan kereta api bukan hanya tentang berpindah tempat tetapi juga tentang membangun konektivitas, pengalaman, dan kontribusi nyata bagi Indonesia yang makin terhubung,” tutup Anne.













