JCCNetwork.id-Suasana haru menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jati Sari, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/6/2025), saat keluarga mendiang Gusti Irawan Wibowo, atau yang dikenal luas dengan nama Gustiwiw, mengenangnya sebagai pribadi yang penuh keceriaan dan kebaikan hati.
Ibunda almarhum, Sri Yulianti, tampak tegar saat menyampaikan kenangannya tentang putra tercinta. Di hadapan para pelayat, ia menyebut Gusti sebagai sosok yang senantiasa membawa keceriaan di tengah keluarga. “Dia nggak pernah bikin sedih, selalu bisa bikin ketawa. Selalu menyebarkan kebahagiaan,” tutur Sri dengan mata berkaca-kaca.
Tak hanya Gustiwiw, adik perempuannya pun disebut Sri sebagai anak yang tidak pernah merepotkan. Ia mengungkapkan rasa syukurnya karena dikaruniai anak-anak yang menurut dan bertanggung jawab.
“Anak-anak saya ini nggak pernah bikin saya stres. Mereka baik, serius, dan selalu nurut. Gusti juga dari SMA sudah ikut les musik, dan saat kuliah dia sudah mulai mencari penghasilan sendiri,” kenang Sri.
Di tengah duka mendalam, Sri tetap berusaha menerima kepergian Gusti sebagai bagian dari takdir. Ia percaya bahwa keputusan Tuhan adalah yang terbaik, meski kehilangan itu meninggalkan luka yang mendalam.
“Sebagai ibu, tentu saya merasa sangat kehilangan. Tapi saya percaya ini semua yang terbaik untuk Gusti. Saya hanya bisa mendoakan agar Gusti mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” ucapnya.
Sri juga memohon maaf kepada siapa pun yang mungkin pernah tersakiti oleh almarhum, baik secara sengaja maupun tidak. Ia berharap doa-doa yang dihaturkan oleh para sahabat dan kerabat dapat menjadi penerang jalan Gusti di alam keabadian.
“Kalau Gusti pernah melukai hati teman-temannya lewat canda atau sikapnya, tolong dimaafkan. Mohon doanya agar Gusti mendapatkan ampunan, kuburnya dilapangkan, dan wafat dalam keadaan husnul khatimah,” pungkas Sri.
Gustiwiw diketahui merupakan sosok yang dikenal aktif di berbagai kegiatan sosial dan kreatif, khususnya di kalangan anak muda. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam di tengah komunitas yang pernah disentuhnya dengan tawa dan semangat hidup.
























