JCCNetwork.id- Nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menjadi sorotan, menyusul wacana pencalonannya sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Tak hanya dirinya, nama sang putra bungsu, Kaesang Pangarep, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSI, juga disebut-sebut dalam bursa tersebut.
Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia, Mohammad Anas RA, menilai langkah Jokowi ini bukan sekadar spekulasi politik, melainkan bagian dari strategi besar yang sedang dipersiapkan secara matang.
Ia menambahkan, dibandingkan Partai Golkar yang penuh dengan dinamika internal dan manuver politik yang rawan membahayakan posisi Jokowi, PSI dinilai lebih aman dan bisa menjadi kendaraan politik baru yang solid pasca-Jokowi tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum relawan ProJo, Freddy Damanik, menganggap bahwa masuknya Jokowi ke PSI justru bisa mengerek elektabilitas partai secara signifikan. Menurutnya, PSI akan menjelma menjadi kekuatan besar menjelang Pemilu 2029 jika Jokowi menjadi pucuk pimpinan.
Namun, pandangan berbeda datang dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka menilai sosok yang lebih layak menakhodai PSI selanjutnya bukan Jokowi, melainkan putra sulungnya yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.



