JCCNetwork.id-Arus balik Lebaran pada H+3, Kamis (3/4), di jalur lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami peningkatan yang signifikan.
Kepadatan lalu lintas terjadi di sejumlah titik, terutama mulai dari Jembatan Ciherang Nagreg hingga terowongan Nagreg, dengan antrean kendaraan mencapai lima kilometer.
Pantauan di lokasi hingga pukul 23.00 WIB, kendaraan tampak bergerak lambat dengan kecepatan rendah, bahkan sesekali berhenti akibat kepadatan.
Kondisi cuaca yang hujan dengan intensitas ringan turut memperburuk situasi lalu lintas.
Kapolresta Bandung, Kombes Aldi Subartono, mengungkapkan bahwa lebih dari 81.000 kendaraan telah melintas menuju Bandung pada malam itu.
“Hari ini tercatat lebih kurang 81.274 kendaraan yang bergeser ke arah Bandung,” kata Aldi saat ditemui di Pos Pelayanan Cikaledong Nagreg, Kamis (3/4) malam.
Untuk mengurai kemacetan, polisi sempat menerapkan sistem one-way sepenggal, dengan tiga kali pengalihan arah dari Nagreg ke Bandung, serta satu kali pengalihan dari Bandung ke Leles.
“Iya, jadi, karena terjadi kepadatan arus, kami lakukan CB one way sepenggal mengarah ke Bandung tiga kali, kemudian dari Bandung ke Leles ini satu kali,” ungkapnya.
Kombes Aldi menambahkan, kondisi arus lalu lintas menuju Limbangan, Kabupaten Bandung, relatif lancar.
Meski demikian, pihak kepolisian tetap berjaga dan siap mengatur kembali arus jika terjadi kepadatan.
“Sampai hari ini, kami melihat arus dari Bandung ke arah Limbangan Garut dan juga sebaliknya ini ramai lancar,” katanya.
Aldi memprediksi puncak arus balik Lebaran akan terjadi pada akhir pekan ini.
Dia mengimbau agar pemudik yang telah selesai berlibur segera kembali ke tempat asal mereka dengan hati-hati.
“Kami memprediksi ini di hari Jumat sampai dengan Minggu. Mudah-mudahan saya berharap masyarakat sudah bisa mencicil pulang. Apabila sudah selesai mudiknya, liburannya, silahkan dicicil kembali ke tempat awal berangkat. Tentunya berjalan dengan hati-hati, sehingga semua selamat sampai tujuan,” imbaunya.
Pihak kepolisian terus memantau perkembangan arus lalu lintas, mengingat tingginya volume kendaraan yang melintas.



















