JCCNetwork.id-Kerja sama Indonesia-China dalam proyek Taman Kembar (Two Countries Twin Park/TCTP) resmi dimulai di Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah.
Proyek ini diperkirakan akan menarik investasi sebesar Rp60 triliun dan menciptakan 10.000 lapangan kerja baru.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pimpinan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang dan China State Construction Engineering Cooperation (CSCEC) berlangsung pada Kamis (20/3), disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dan Duta Besar China untuk Indonesia, Wang Lutong.
Airlangga Hartarto menyatakan bahwa TCTP tidak hanya berfokus pada investasi, tetapi juga akan mencakup integrasi rantai pasokan, transfer teknologi, serta peningkatan kapasitas industri nasional untuk meningkatkan daya saing di pasar global.
“TCTP tidak hanya tentang investasi, tetapi juga tentang integrasi rantai pasokan, alih teknologi, serta peningkatan kapasitas industri nasional agar lebih kompetitif di pasar global,” tutur Airlangga Hartarto dalam pernyataan resminya.
Melalui MoU ini, KEK Industropolis Batang akan bekerja sama dengan CSCEC dalam hal perencanaan, pengembangan, dan pemasaran kawasan, serta mempercepat akuisisi tenant strategis.
Proyek ini akan mengembangkan kawasan seluas 500 hektare, dengan investasi yang diperkirakan mencapai Rp60 triliun.
Diperkirakan bahwa setiap hektare lahan industri dapat membuka 50 hingga 60 lapangan kerja, yang berarti lebih dari 10.000 lapangan kerja baru akan tercipta.
Ngurah Wirawan, Direktur Utama Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), menambahkan bahwa kemitraan ini akan membawa kawasan industri Batang menuju standar internasional dan menjadikannya destinasi utama bagi investor global.























