JCCNetwork.id – Kasus cacar monyet (mpox) di Nigeria melonjak menjadi 48 kasus, dengan virus tersebut kini menyebar ke ibu kota Abuja dan 20 negara bagian lainnya, menurut laporan Pusat Pengendalian Penyakit Nigeria (NCDC).
Meski jumlah kasus meningkat, hingga kini belum ada laporan kematian terkait wabah tersebut. Sebagai langkah penanggulangan, pemerintah Nigeria menerima 10.000 dosis vaksin dari Amerika Serikat pada 27 Agustus.
Untuk memperkuat upaya pencegahan, pemerintah juga menerapkan formulir deklarasi kesehatan bagi pelancong internasional yang masuk ke negara tersebut.
Menanggapi penyebaran cepat mpox di seluruh Afrika, Uni Afrika menyatakan keadaan darurat kesehatan masyarakat. Virus ini diketahui menular melalui kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi, individu yang terinfeksi, atau benda yang terkontaminasi.
Gejala mpox biasanya muncul dalam 5 hingga 21 hari setelah paparan, dengan tanda-tanda seperti demam, nyeri tubuh, pembengkakan kelenjar getah bening, dan munculnya lesi kulit.
Meskipun tidak ada pengobatan khusus untuk mpox, obat antivirus dapat digunakan untuk membantu mengelola kondisi ini. Sebagian besar kasus bersifat ringan, dengan pasien umumnya pulih dalam beberapa minggu.
Pada tahun 2022, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengubah nama “monkeypox” menjadi “mpox” untuk menghindari stigma rasisme dan diskriminasi terkait istilah tersebut.



