Pada pukul 07.00 WIB, erupsi keempat terjadi dengan letusan setinggi 800 meter di atas puncak.
Akibatnya, menghasilkan kolom abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke utara.
“Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 86 detik,” tuturnya.
Gunung Semeru saat ini berstatus Waspada atau Level II. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan beberapa rekomendasi kepada masyarakat.
Peringatan itu termasuk larangan beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 km dari puncak.
Di luar jarak tersebut, aktivitas juga dilarang dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena bahaya lontaran batu pijar.
PVMBG juga mengingatkan akan potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.
Terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.



