Harga Emas Batangan Antam Turun, Berikut Rinciannya

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan sebesar Rp2.000 per gram, menjadi Rp1.363.000 per gram pada Senin (1/7/2024) pagi. Penurunan ini tercatat setelah harga sebelumnya berada di posisi Rp1.365.000 per gram pada Sabtu (29/6/2024), sebagaimana terpantau di laman resmi Logam Mulia Antam.

Selain itu, harga jual kembali (buyback) emas batangan pada hari yang sama ditetapkan sebesar Rp1.233.000 per gram.

- Advertisement -

Penjualan kembali emas ke PT Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai buyback, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017.

Berikut adalah rincian harga pecahan emas batangan Antam yang tercatat pada Senin:

0,5 gram: Rp731.500
1 gram: Rp1.363.000
2 gram: Rp2.666.000
3 gram: Rp3.974.000
5 gram: Rp6.590.000
10 gram: Rp13.125.000
25 gram: Rp32.687.000
50 gram: Rp65.295.000
100 gram: Rp130.512.000
250 gram: Rp326.015.000
500 gram: Rp651.820.000
1.000 gram: Rp1.303.600.000

- Advertisement -

Untuk transaksi pembelian emas batangan, ada ketentuan pajak berdasarkan PMK No. 34/PMK.10/2017. Pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki NPWP dan 0,9 persen bagi yang tidak memiliki NPWP. Setiap pembelian emas disertai dengan bukti potong PPh 22 yang menegaskan besaran pajak yang dikenakan.

Penurunan harga emas ini mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang terus berubah. Fluktuasi harga emas sering dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global, nilai tukar mata uang, serta permintaan dan penawaran di pasar.

Investor dan konsumen yang tertarik dengan investasi emas harus terus memantau perubahan harga dan memahami implikasi pajak yang berlaku untuk setiap transaksi. Emas tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang diminati, baik untuk jangka pendek maupun panjang, karena nilainya yang relatif stabil dan potensi sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BMKG Prediksi Kemarau Ekstrem Puncak Agustus 2026

JCCNetwork.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi musim kemarau yang lebih panjang dan kering di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026. Kondisi tersebut...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER