JCCNetwork.id- Partai Golkar tengah berada di persimpangan penting menjelang Pilkada 2024. Akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, memperingatkan bahwa Golkar akan mengalami kerugian besar jika memutuskan untuk mengusung Ridwan Kamil (RK) sebagai calon gubernur di Pilkada Jakarta 2024.
“Kerugian lebih besar di Golkar, kalau RK ke Jakarta,” kata Ubedillah, Jumat (21/6/2024).
Menurut Ubedillah, RK yang juga mantan Gubernur Jawa Barat ini memiliki rekam jejak yang sangat kuat di provinsi tersebut. Dalam analisisnya, Ubedillah menyoroti bahwa persaingan di Jakarta akan jauh lebih sulit bagi Ridwan Kamil.
“Kalau di Jakarta, memang RK berat untuk bersaing dengan Anies Baswedan, dan tidak menguntungkan buat Golkar,” katanya.
Berdasarkan riset yang dilakukan Ubedillah, karakteristik pemilih di Jakarta terbagi menjadi tiga kelompok besar: pemilih rasional (30%), pemilih loyal (30%), dan pemilih pragmatis (40%). Menurutnya, Anies Baswedan telah menguasai sekitar 60% dari pemilih rasional dan loyal.
Strategi Golkar dalam menempatkan RK di Jakarta dianggapnya sebagai langkah yang berisiko tinggi. Ia menyarankan agar Golkar mempertimbangkan kembali strategi politiknya dengan matang sebelum membuat keputusan final.
“Anies Baswedan menguasai pemilih rasional dan loyal atau sekitar 60 persen secara peta sosiologis politik. Kalau secara politik, ‘bunuh diri” RK, kalau memaksakan untuk maju di Pilkada Jakarta,” katanya menegaskan.
Di sisi lain, Golkar tampaknya lebih condong untuk mengusung Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat. Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mengungkapkan bahwa partainya melihat peluang kemenangan yang jauh lebih besar bagi RK di Jawa Barat dibandingkan di Jakarta.



