Tim Psikolog Dikerahkan Bantu Anak Korban Pembunuhan dan Mutilasi di Ciamis

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Tim psikolog dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Ciamis telah dikerahkan untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak yang menjadi korban dalam kasus pembunuhan dan mutilasi di daerah tersebut, yang terjadi baru-baru ini. Anak-anak tersebut, terutama yang masih duduk di bangku kelas 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), masih mengalami trauma yang mendalam akibat kehilangan ibu mereka dalam kejadian tragis tersebut.

 

- Advertisement -

Tim dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Ciamis turut mengunjungi rumah keluarga korban di Dusun Sindangjaya, Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis pada hari Senin (6/5/2024) untuk memberikan dukungan dan pendampingan. Kondisi psikologis anak-anak tersebut terlihat sangat terpukul dan traumatis, dan upaya terus dilakukan untuk membantu mereka pulih dari tragedi yang menimpa keluarga mereka.

 

Dian Budiyana, Kepala Dinas DP2KBP3A, menyampaikan bahwa upaya pendampingan terhadap anak-anak korban terus dilakukan dengan maksud agar mereka dapat bangkit dan tidak terjebak dalam dendam serta keputusasaan. Langkah ini melibatkan psikolog yang diharapkan mampu membantu anak-anak tersebut menemukan semangat baru dalam menjalani kehidupan mereka di masa yang akan datang.

- Advertisement -

 

“DP2KBP3A saat ini berupaya untuk melakukan pendamping terhadap anak korban. Kami akan berusaha agar anak korban ini nantinya tidak mempunyai sifat dendam dan juga tidak putus asa menjalani sekolahnya maupun hidupnya nanti,” Kata Dian Budiyana, Selasa (7/5/2024).

- Advertisement -

Selain pendampingan psikologis, pihak terkait juga akan bekerja sama dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan setempat untuk mengatur masa depan pendidikan anak-anak tersebut, mengingat mereka tidak lagi memiliki orang tua untuk tinggal bersama. Langkah ini melibatkan pertimbangan akan apakah anak-anak tersebut akan tinggal bersama kakak mereka yang sudah menikah atau mencari solusi lain yang terbaik untuk mereka.

“Kita ketahui anak yang masih duduk di bangku kelas 2 SMK tersebut mempunyai kakaknya yang sudah menikah. Nanti kita akan tanyakan secara langsung dalam pendampingan selanjutnya apakah akan ikut sama kakaknya atau bagaimana. Kami juga akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk pendidikan anak korban,” ujarnya.

Sebelumnya, kasus pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan oleh seorang suami terhadap istrinya sendiri telah menggegerkan Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis pada Jumat (3/5/2024) yang lalu. Korban meninggalkan dua orang anak, yang satu sudah menikah dan yang lainnya masih duduk di bangku kelas 2 SMK, yang kini menjadi fokus perhatian dalam upaya pemulihan pasca-tragedi tersebut.

- Advertisement -

BERITA TERBARU

spot_img

EKONOMI

TERPOPULER