JCCNetwork.id- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah menjelang akhir pekan ini, dipicu oleh data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan.
Pada awal perdagangan Jumat pagi, rupiah tergelincir 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.208 per dolar AS.
Analis ICDX, Taufan Dimas Hareva, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS turun di bawah perkiraan, mencatatkan pertumbuhan tahunan kuartal I-2024 sebesar 1,6 persen, jauh di bawah perkiraan sebelumnya.
Meski ini dapat menjadi keuntungan bagi investor yang mengharapkan penurunan suku bunga Federal Reserve, dampak negatif terhadap perekonomian AS juga bisa terjadi.
Selain itu, harga pengeluaran konsumsi pribadi AS naik pada tingkat tahunan, mencapai 3,4 persen di kuartal I-2024.
Taufan memproyeksikan pergerakan rupiah akan berada dalam kisaran Rp16.175 hingga Rp16.245 per dolar AS.



