JCCNetwork.id- Saat memasuki bulan Ramadhan, suasana politik di Indonesia tampaknya mengalami penurunan intensitas.
Pasalnya, meskipun masih ada beberapa demo dan pernyataan dari elite politik, pengamat, dan pakar, namun intensitasnya cenderung menurun.
Menurut Ketua Harian Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), Andi Hakim, hal ini mungkin disebabkan oleh berkah bulan Ramadhan yang membuat mayoritas penduduk lebih fokus dengan ibadah dan puasa.
“Sepertinya lebih menyibukkan diri dengan puasa dan ibadah lainnya,” kata Andi Hakim, dikutip.
Andi Hakim menekankan pentingnya adanya cooling down politik, terutama menjelang pengumuman resmi hasil pemilu oleh KPU yang tinggal beberapa hari lagi.
Dalam konteks kebebasan berpendapat dalam demokrasi, Andi Hakim menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyuarakan pendapatnya. Namun, ia juga menekankan pentingnya menghormati pilihan rakyat yang sudah diwujudkan melalui pemungutan suara pada tanggal 14 Februari lalu.
“Namun para elite politik dan para pakar itu semestinya bisa menghormati pilihan rakyat melalui pemungutan suara tanggal 14 Februari kemarin,” pinta Andi Hakim.
Setelah pengumuman resmi hasil pemilu oleh KPU, Andi Hakim menyarankan bahwa langkah selanjutnya adalah melalui gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan membawa data dan saksi yang valid, bukan hanya berdasarkan prasangka dan halusinasi.
“Tinggal gugat dengan menghadirkan data-data dan saksi yang valid, jangan hanya berdasarkan prasangka dan halusinasi,” tambah Andi Hakim.



