Bagikanlah Dividen 50% BNI Mengalami Peningkatan Kinerja yang Menggembirakan di Tahun 2024

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga momentum pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan melalui strategi ekspansi bisnis yang sehat dan berorientasi jangka panjang.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa BNI terus menghasilkan profitabilitas yang meningkat, sekaligus mampu menghadapi dinamika dan tantangan ekonomi dengan tangguh, serta memberikan return optimal bagi negara dan para pemegang saham.

- Advertisement -

Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2023, BNI telah menyetujui pembagian dividen sebesar 50% dari laba bersih tahun buku 2023, yang mencapai total Rp10,45 triliun.

Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun sebelumnya, dengan nilai dividen per lembar saham sebesar Rp280,49. Dari jumlah tersebut, 60% dividen akan disetorkan ke rekening Kas Umum Negara, sementara sisanya akan digunakan sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha berkelanjutan BNI Group ke depan.

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, mengungkapkan bahwa keputusan untuk meningkatkan rasio pembayaran dividen menjadi 50% sejalan dengan kinerja keuangan perusahaan yang terus positif.

- Advertisement -

BNI berhasil mengelola rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) hingga mencapai 22% di Desember 2023, memberikan kapasitas bagi perusahaan untuk membagi dividen dengan rasio dan nilai yang lebih besar, sambil tetap memenuhi kebutuhan bisnis dan investasi BNI Group.

Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan eksternal seperti peningkatan risiko geopolitik, inflasi global yang tinggi, dan perlambatan ekonomi di Tiongkok, BNI tetap konsisten dalam menjalankan program transformasi selama tiga tahun terakhir. Langkah-langkah strategis ini telah membuktikan dirinya sebagai pendorong utama yang memperkuat fondasi bisnis BNI.

Selain itu, BNI juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan profitabilitas perusahaan.

Melalui konsistensi dalam pertumbuhan kredit yang berkualitas, inovasi digital, efisiensi operasional, dan pengembangan kapabilitas SDM serta teknologi, BNI memastikan bahwa bisnisnya terus berkembang dalam jangka panjang.

Pada sektor kredit, BNI mencatat pertumbuhan sebesar 7,6% Year on Year (YoY) sepanjang tahun 2023, didorong oleh ekspansi di segmen berisiko rendah seperti korporasi blue chip, kredit konsumen, dan Perusahaan Anak. Kontribusi Perusahaan Anak juga meningkat berkat transformasi yang sedang berlangsung di unit-unit seperti BNI Finance dan hibank.

Di samping itu, BNI juga terus memperkuat inovasi digital dengan memperkuat digitalisasi proses bisnis dan pengembangan platform transaction banking yang lebih advanced.

Hal ini tidak hanya meningkatkan produktivitas bisnis dan efisiensi operasional, tetapi juga memastikan keamanan data dan perlindungan privasi nasabah dari ancaman siber.

Sebagai bagian dari komitmennya terhadap implementasi prinsip ESG, BNI telah menetapkan target Net Zero Emission (NZE) Operasional pada tahun 2028 dan NZE Pembiayaan pada tahun 2060.

Langkah-langkah seperti analisis risiko terkait iklim, peningkatan pembiayaan ke sektor ramah lingkungan, dan pengembangan infrastruktur manajemen data emisi juga dilakukan untuk mendukung tujuan ini.

Perubahan dalam susunan pengurus Perseroan juga merupakan langkah strategis yang diambil oleh BNI untuk memastikan adaptabilitas dan inovasi terus terjaga. Dengan keputusan RUPS Tahunan, BNI memperkuat posisinya sebagai lembaga keuangan yang terunggul dalam layanan dan kinerja secara berkelanjutan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Pratama Arhan Lulus S1, Fokus Karier dan Pendidikan

JCCNetwork.id- Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, resmi menyelesaikan pendidikan strata satu dan meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, Jawa Tengah,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER