JCCNetwork.id – Aksi kejam terhadap seorang wanita di Desa Waelana-lana, Kabupaten Buru, Maluku ramai menjadi perbincangan publik. Yakni penganiayaan terhadap Surni Tasane oleh pelaku bernama Wanti Waemese.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Rabu, 3 Januari 2024, sekitar Pukul 10.12 WIT, ketika Surni Tasane pulang dari Sungai Waegeren dengan membawa cucian.
Saat bertemu Wanti Waemese, di sudut pagar warga. Tanpa alasan jelas, Wanti melepaskan kata-kata kasar dan langsung melakukan serangan kejam dengan menggunakan batu, mengenai telinga korban hingga terbelah dan menyebabkan pendarahan.
Sebelumnya, terungkap bahwa pelaku juga sudah sering mengancam dan mengejar korban dengan menggunakan berbagai benda, mulai dari kayu, batu, hingga senjata tajam.
Atas kasus ini keluarga korban berencana melaporkan penganiayaan terhadap Surni Tasane ke Polres Buru.
“Kami dari pihak keluarga baru saja mendapatkan bukti dan melaporkan masalah ini kepada pihak berwajib agar diproses secara hukum,” kata Herun Tasane yang juga keluarga korban dalam keterangan persnya kepada wartawan, Kamis (4/1/24).
Di samping itu, Herun Tasane, yang juga Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Raya, juga menyesalkan sikap lamban Bhabinkamtibmas Desa Waelana-lana yang tidak responsif terhadap kasus ini.
Ia meminta Kapolres Buru untuk segera mengevaluasi Bhabinkamtibmas yang berdinas di sana dengan menempatkan petugas yang lebih peduli dan peka terhadap kondisi lingkungan sekitar.
“Peran Bhabinkamtibmas seharusnya membantu menyelesaikan masalah masyarakat setempat, namun, sayangnya, tidak responsif,” ucapnya.
Jadi dalam hal ini, keluarga korban berharap pelaku dapat diproses secara hukum setelah adanya laporan, kemudian perlunya respons yang cepat dan efektif dari pihak berwenang untuk menanggulangi kekerasan terhadap perempuan di wilayah tersebut.
















