JCCNetwork.id – Dalam persiapan jelang Debat Pilpres 2024, calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menjadikan panggung debat sebagai wadah untuk adu gagasan, bukan arena saling serang. Hal ini disampaikan oleh Budiman Sudjatmiko, Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran.
“Ini demi Allah, demi Tuhan nih, Pak Prabowo bilang tidak, enggak boleh (serang lawan debat),” kata Budiman di Jakarta, dikutip.
Meskipun tim penasihat debat sesekali menyarankan Prabowo untuk menyajikan serangan, Budiman menjelaskan bahwa Prabowo konsisten dengan prinsipnya.
“Maaf kami sebagai tim penasehat debatnya, kadang-kadang nakal, ‘Pak sesekali nakal dong agak nembak dikit, biar seru. Toh bapak juga sering ditembak berkali’,” ujar Budiman.
Prabowo sendiri memandang panggung debat sebagai sarana untuk menghadirkan ide-ide cemerlang dari setiap calon presiden, bukan arena untuk saling menyerang secara tendisius.
“Pak Prabowo pengin panggung debat itu menjadi tempat untuk tiga orang ini menjadi shinning (bersinar) untuk moncer (cemerlang),” kata Budiman.
Sebelumnya, Anies Baswedan, calon presiden nomor urut 1, mencoba menyoroti sisi oposisi Prabowo, menyatakan pandangan bahwa Prabowo tidak tahan menjadi oposisi. Dalam menjawab, Prabowo menekankan bahwa demokrasi tetap berjalan, sebagaimana Anies dipilih melalui proses demokratis sebagai Gubernur DKI Jakarta.









