JCCNetwork.id- Ketua Harian Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), Andi Hakim, tampil dengan pernyataan mencengangkan. Menurutnya, sekitar 40 juta warga Indonesia merasa tidak nyaman, bahkan mungkin membenci sang Presiden Jokowi. Ini adalah angka yang mengejutkan, tetapi itu hanya sebagian kecil dari mereka yang berhak memilih.
“Itu hanya dari masyarakat yang memiliki hak pilih ya, bayangkan 40 juta itu sangat banyak. 4 kali lipat penduduk DKI Jakarta yang sekitar 10 juta jiwa. Kalau dikumpulkan jadi satu luar biasa banyaknya,” kata Andi Hakim, Kamis (7/12/202).
Namun, dalam nuansa kontradiksi, Andi Hakim juga menambahkan bahwa ada sekitar 160 juta orang yang ‘ngefans’ sama Jokowi. Jumlah ini jauh lebih besar dan membuat pendukungnya bisa bernapas lega. Data ini merujuk Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mencapai 204 juta, dimana hasil survei berbagai lembaga yang mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Jokowi hampir menyentuh angka 80%.
“Artinya jauh lebih banyak yang suka dengan Pak Jokowi,” imbuhnya.
Sebagai Ketua Harian Pernusa, yang merupakan organ relawan Jokowi sejak 2012, mereka tentu berupaya semaksimal mungkin memenangkan Prabowo-Gibran, sebagai paslon yang diasosiasikan dengan Jokowi dalam pilpres 2024.
“Namun di tengah upaya maksimal itu tetap harus ada yang kami jaga, di antaranya untuk tidak melakukan kampanye hitam atau menyebarkan HOAX. Juga untuk lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan ketimbang tujuan meraih kekuasaan,” kata dia.
Dengan penuh semangat, Andi Hakim juga berharap agar suasana kampanye pemilu dan pilpres lebih meriah dan riang. Ia mendambakan kampanye yang santai, penuh kegembiraan, sambil tetap fokus pada adu gagasan atau program.
“Kampanye yang santai dan santuy, joget gemoy yang heboh serta riang gembira, itu lebih bisa membawa ke pemilu yang aman dan damai, di samping tetap ada adu gagasan dan program tentu saja,” tutupnya dengan nada optimis.



