JCCNetwork.id- Suasana kepedihan menyelimuti rumah duka di Pekanbaru ketika jenazah Muhammad Adan (21), mahasiswa semester VII ilmu hukum Universitas Islam Riau (UIR), tiba dini hari ini. Adan, yang berani menyelamatkan teman-temannya sebelum terkena erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, meninggalkan keluarga dalam kesedihan yang mendalam.
Jenazah Adan berhasil ditemukan oleh tim SAR pada Minggu, 3 Desember 2023, sebelum akhirnya dikebumikan di rumah duka.
“Dia mau berangkat ke Padang, tetapi tidak jadi. Dia diajak kawan-kawan ke Bukittinggi. Itulah kontak terakhir almarhum dengan keluarga,” ujar paman Adan, Sudirman, sambil meneteskan air mata.
“Dia menyelamatkan tiga nyawa, setelah itu kami tak bisa lagi kontak dengan almarhum,” tambahnya sambil terisak.
Tragedi ini juga menimpa Nazatra Adzim Mufadhal (20), mahasiswa semester V FKIP PGSD UIR, yang juga menjadi korban erupsi. Orang tua Nazatra tak mampu menahan tangis saat menerima kabar kepergian anaknya. Mereka menceritakan bahwa Nazatra bersama teman-temannya berangkat pada Jumat, 1 Desember 2023, untuk mendaki Gunung Marapi.
“Yang berangkat sama dia masih ada yang belum ditemukan, informasinya ada yang masuk jurang dan ada yang tertimbun. Adan juga meninggal, saat itu berangkat sama anak saya,” pungkasnya.
Total 75 pendaki terjebak akibat erupsi Gunung Marapi, dan sebagian dari mereka berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Tragedi ini meninggalkan duka yang mendalam di Pekanbaru, di mana tangis kesedihan menyertai kepulangan dua mahasiswa pahlawan ini.



