Kampanye Negatif Tanda Tidak Pede Dalam Kontestasi Politik

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, memberikan pandangannya terkait kampanye negatif yang sedang dilakukan oleh salah satu partai pendukung calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), dan menganggapnya sebagai indikasi dari kurangnya keyakinan diri.

“Pasangan calon dalam kontestasi apa pun, ketika dia mulai melakukan kampanye negatif, menunjukkan dia tidak percaya diri untuk menunjukkan nilai jualnya, tidak percaya diri untuk menunjukkan dia punya visi misi yang bisa mengambil hati rakyat,” katanya usai Silaturahmi Partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Jakarta di Jakarta, Minggu (5/11/2023).

- Advertisement -

Sebelumnya, pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusung oleh KIM, yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, disebut sebagai cerminan dari Neo Orde Baru.

“Saya nggak tahu, yang dimaksud Neo Orde Baru apakah dalam konteks positif atau negatif. Kalau dalam konteks positif, ya mungkin saja, di Orde Baru ada hal-hal positif juga, begitu juga di Orde Lama, begitu juga di Orde Reformasi,” katanya.

Apabila Neo Orde Baru dianggap tidak baik, ia menilai tudingan tersebut sebagai kampanye negatif dari partai pengusung capres-cawapres yang tidak percaya diri dengan nilai jual mereka untuk memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

- Advertisement -

Tudingan tersebut sebagai bentuk kampanye negatif dari partai pendukung capres dan cawapres yang meragukan daya tarik dan kemampuan mereka untuk memenangkan Pemilihan Presiden 2024.

“Politik kami adalah politik merangkul, politik senyumin aja,” ucapnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Harga Minyak Dunia Melonjak 8 Persen

JCCNetwork.id-Harga minyak dunia tercatat melonjak sekitar 8 persen setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengisyaratkan ancaman blokade di kawasan Selat Hormuz. Lonjakan ini...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER