JCCNetwork.id- Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS, berpendapat bahwa dalam menjelang akhir masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi), terdapat tanda-tanda ketegangan yang semakin terlihat. Hal ini disinyalir sebagai upaya untuk mempertahankan kekuasaan dengan mengusung Gibran Rakabuming Raka sebagai salah satu kontestan potensial dalam Pemilihan Presiden 2024.
“Upaya Jokowi yang ingin mempertahankan mengingatkan kita kembali masa pemerintahan Orde Baru dibawah kepemimpinan Soeharto karena selalu ingin melanggengkan kekuasaannya,” kata Fernando dalam keterangan persnya, Sabtu (21/10/2023).
Di sisi lain, Prabowo Subianto, yang juga merupakan tokoh dalam peta politik nasional, memiliki hubungan keluarga dengan Soeharto sebagai menantu dan tumbuh besar pada masa pemerintahan mertuanya di era Orde Baru.
Fernando kembali menekankan bahwa ada potensi bagi pasangan Prabowo dan Gibran untuk menjadi pewaris gagasan Orde Baru dengan pendekatan yang lebih modern. Hal ini membuka kemungkinan bahwa masa pemerintahan Jokowi dapat melampaui durasi pemerintahan Soeharto karena mungkin akan “diwariskan” kepada generasi penerus.
“Sebaiknya para pemilih mencermati secara baik siapa pasangan capres dan cawapres yang akan dipilih. Jangan biarkan perjuangan para pejuang reformasi dan pengorbanan pahlawan reformasi menjadi sia-sia,” pungkasnya.



