JCCNetwork.id- Siapakah Amos ? Pernahkan Anda mendengar kisah penuh misteri tentang seorang yang mengguncang Kerajaan Israel pada abad ke-8 SM dengan pesan yang tak terlupakan? Namanya mungkin tidak familiar bagi sebagian besar, namun ia adalah pribadi pemberani yang memainkan peran penting dalam sejarah agama dan keadilan.
Terlahir sebagai gembala di desa kecil Tekoa, Amos menjadi suara yang tegas yang merentangkan kebenaran di tengah gemuruh zaman. Mari kita gali lebih dalam kisah luar biasa ini dan temukan jawabannya.
Siapakah Amos yang Mengguncang Israel itu?
Di masa yang gemuruh pada abad ke-8 SM, terdengarlah suara tegas yang keluar dari seorang gembala bernama Amos. Nama Amos berarti “beban” Sepertinya nama itu telah meramalkan tanggung jawab yang akan ia emban kelak nanti. Yakni sebuah beban yang bakal ia pikul dengan penuh tekad dan keberanian.
Amos menggenapi panggilan ilahi untuk menyampaikan pesan di tempat peziarahan Betel. Itulah awal dari perjalanan hidup yang penuh dengan pemikiran yang dalam di tengah ketidakadilan sosial yang merajalela.
Dalam tengah-tengah zaman gemilang Kerajaan Utara Israel dan Kerajaan Selatan Yehuda, Amos muncul sebagai suara yang tidak lazim. Ia bukanlah nabi profesional yang terikat pada tempat peziarahan atau ibadah tertentu. Ia adalah seorang peternak dan penjaga pohon kurma, hidup jauh dari sekolah atau perkumpulan nabi.

Catatan Alkitab Kristen mengungkapkan Amos muncul pada masa pemerintahan raja Uzia dari Kerajaan Selatan dan zaman Yerobeam II, anak Yoas, dari Kerajaan Utara.
Pada masa itu, Kerajaan Utara sedang berada di puncak kejayaannya dalam berbagai aspek. Mulai dari ekonomi, militer, dan politik. Namun, di balik kemegahan itu, Amos menyaksikan ketidakadilan sosial yang merajalela. Perdagangan yang menguntungkan penguasa dan merugikan orang miskin. Juga adanya perampasan tanah kaum lemah turut menjadi masalah utama.
Amos juga menyoroti kefasikan yang merajalela di tengah upacara keagamaan yang seakan biasa kala itu. Orang-orang juga memberikan korban persembahan mahal, tetapi menggunakan uang berasal dari orang-orang miskin.
Tugas Berat Sampaikan Pesan Penghakiman
Sebagai gembala yang Tuhan utus, Sang Nabi ini memiliki tugas berat. Ia harus berani menyampaikan pesan penghakiman tentang akhir Kerajaan Utara yang akan segera tiba. Ia memperingatkan bahwa tanah akan hilang, rakyat akan diusir, dan para pemimpin akan hancur karena perang.
Ia juga mengkritik ibadah yang hampa makna karena tak berdasarkan sikap hati dan iman yang hidup, serta tidak tercermin dalam hubungan antarmanusia. Ia juga berpandangan bahwa Allah bekerja untuk keselamatan bukan hanya bagi Israel tetapi juga bagi seluruh bangsa.
Salah satu hal yang menarik dalam pewartaannya adalah hilangnya peringatan terhadap penghormatan terhadap dewa/dewi, yang menjadi ciri khas kritik nabi-nabi sezamannya. Keseluruhan pesannya dapat tersematkan dalam lima penglihatan yang menjadi isyarat akan nasib Kerajaan Utara.
Jika di bandingkan dengan nabi-nabi sezamannya, sang Nabi ini membawa pemikiran baru. Ia mengajarkan bahwa Tuhan bukan hanya Allah nasional Israel, melainkan Allah yang universal.
Keadilan adalah inti moralitas ilahi dan ketidakadilan serta kejahatan moral tidak dapat dibiarkan. Inilah pesan sang gembala Tuhan itu dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan. Semoga dapat menjawab pertanyaan siapakah Amos.



