Soroti Rencana Tolak Pidato Kenegaraan Presiden, Yerry Tawalujan: Gimmick Politik Tak Perlu Ditanggapi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial Yerry Tawalujan, menyoroti rencana sekelompok masyarakat yang berencana menolak pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, itu hanya gimmick politik yang tidak perlu ditanggapi.

“Anggaplah ini dinamika politik. Gimmick politik. Tak perlu ditangggapi. Karena tidak ada konsekuensi politiknya apakah pidato kenegaraan presiden diterima atau ditolak. Apalagi yang menyatakan menolak itu hanya ormas saja. Tidak ada kekuatan politiknya sama sekali,” ujar Yerry kepada JCCNetwork.id, Kamis (16/8/2023).

- Advertisement -

Menurut Yerry, jika ditanggapi serius, bisa saja rencana penolakan pidato kenegaraan presiden Jokowi ini dinarasikan sebagai upaya mengganggu kestabilan negara dan upaya makar terhadap pemerintahan yah sah.

“Kan bisa saja rencana penolakan pidato kenegaraan presiden ini dianggap sebagai upaya makar terhadap pemerintahan yang sah untuk menggulingkan presiden. Lalu semua yang terlibat diproses hukum. Ekstrimnya kan begitu. Tapi tidak perlu sejauh itu, ini hanya riak kecil saja,” jelas Yerry.

Pidato kenegaraan presiden setiap tanggal 16 Agustus, lanjut Yerry, bukan untuk diterima atau ditolak. Pidato kenegaraan Presiden sehari sebelum 17 Agustus itu bersifat informatoris dimana Presiden memberikan laporan tahunan yang bersifat informasi di depan sidang DPR. Pidato kenegaraan presiden ini pun berdasarkan hukum tidak tertulis yang telah dipraktekkan sejak era presiden Soekarno.

- Advertisement -

“Kelihatannya para pemrakarsa rencana penolakan pidato kenegaraan presiden masih merujuk pada era orde baru dan menyamakan dengan pidato pertanggungjawaban presiden di sidang umum MPR. Pemikiran ini salah kaprah, karena sejak UUD 1945 diamandemen oleh DPR RI sejak tahun 1999 sampai 2004, sistim tata negara berubah dan tidak ada lagi sidang umum MPR. Bahkan MPR bukan lagi menjadi lembaga tertinggi negara,” urai Yerry.

Politisi partai Perindo ini mengatakan sebaiknya pemerintah dan mayoritas masyarakat tidak perlu menanggapi apalagi bereaksi keras terhadap sekelompok orang yang berupaya menolak pidato kenegaraan presiden Jokowi.

“Biarkan saja tidak perlu ditanggapi serius. Tapi berikan pemahaman bahwa sistim ketata-negaraan sekarang telah berbeda dan tidak ada konsekuensi hukum dan politik apakah pidato kenegaraan presiden ditolak atau diterima masyarakat,” pungkas Yerry Tawalujan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kasus Penyadapan Prabowo, Tiga Jenderal Polisi Jadi Tersangka

JCCNetwork.id- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan dan pembersihan di lingkungan internal menyusul penetapan tiga jenderal polisi sebagai tersangka dalam...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg
11:25
Video thumbnail
Penantian Berbuah Manis, Nasib PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Kini Jadi Penuh Waktu #shorts#trending
01:41
Video thumbnail
Pemerintah Putuskan PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Diangkat Jadi Penuh Waktu
11:26
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50
Video thumbnail
Di Tengah Ramainya Isu Penyadapan dan Gejolak Polri, Ini Pesan Menko Dudung untuk Rakyat
02:11
Video thumbnail
Detik-Detik Hakim Suhartoyo Cecar Pemohon yang Tak Kenakan Toga #shorts #trending
01:48
Video thumbnail
Momen Hakim Suhartoyo Tegur Pemohon Uji UU Polri Tak Pakai Toga: Tidak Usah Ikut Sidang
09:05
Video thumbnail
Mengingat Pidato Prabowo, Pernah Singgung Pertandingan Jenderal-Jenderal #shorts #trending
01:24

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER