Suka Sesama Jenis, Pimpinan Ponpes Cabuli Santri dengan Imingan Uang Jajan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id– Seorang pria berinisial ZU (37), sekaligus pimpinan salah satu pondok pesantren di Polewali Mandar Sulawesi Barat, resmi menyandang status tersangka pencabulan santri pria berinisial SU (16).

“Benar sudah tersangka dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi. Kemudian untuk tersangka dia mengaku melakukan itu karena hasratnya lebih besar ke laki-laki dari pada perempuan,” kata Kanit Pelayanan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Polres Polman, Ipda Mulyono, Selasa ( 11/7/2023).

- Advertisement -

Kepada petugas, ZU mengaku lebih berhasrat untuk berhubungan badan dengan lelaki. Kelainan ini yang kemudian menyababkannya dipolisikan.

“Penetapan tersangka sudah dan langsung ditahan juga. Penetapan itu berdasar pemeriksaan sebanyak 3 kali dan adanya alat bukti yang cukup yang kita peroleh,” katanya

Terbongkarnya aksi pelaku ketika orang tua korban mengadu ke polisi lantaran diduga telah mencabuli korban bernisial SU (16).

- Advertisement -

Berawal dari korban bersama sepupunya hendak ke kantin ponpes, tiba-tiba dicegat dan ditarik ke dalam kamar di Ponpes. Sementara sepupu korban disuruh menunggu di luar kamar.

Korban diajak bercerita terlebih dahulu lalu diberikan uang Rp100 ribu dengan alasan uang jajan. Setelah itu pelaku meminta korban melayani nafsunya.

Dibawa rasa takut dan tekanan santri pria ini rela dicabuli oleh pelaku yang dikenal sebagai ustadz sekaligus pimpinan ponpes tersebut.

Keesokan harinya, korban memilih kabur dari ponpes itu dan menceritakan apa yang dialami kepada orang tuanya.
Tidak terima orang tua korban langsung membuat laporan polisi dan pelaku ditangkap di tempat kejadian perkara.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Khofifah Pimpin Misi Dagang, Nilai Transaksi Tembus Rp12 Triliun

JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp12.038.159.976.541 dalam ajang East Java Trade and Investment Forum 2026 atau Misi Dagang dan Investasi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER