PSHT juga dikenal dengan semboyan mereka, yaitu “Setia Hati, Terate, Ksatria”. Semboyan ini mencerminkan komitmen perguruan untuk menjaga kesetiaan, keberanian, serta menghormati nilai-nilai kearifan lokal dan budaya Indonesia.
6. Perguruan Pencak Silat PSHT
Perguruan Pencak Silat Setia Hati Terate (PSHT) adalah salah satu perguruan Pencak Silat yang memiliki sejarah panjang dan pengaruh yang signifikan di Indonesia. PSHT didirikan pada tanggal 1 Juni 1922 oleh Ki Ngabei Hardjodikoro, yang juga dikenal dengan sebutan Ki Hadjar Hardjo Oetomo.
PSHT berasal dari daerah Jawa Tengah, Indonesia, dan memiliki akar budaya yang kuat dalam kebudayaan Jawa. Perguruan ini menggabungkan prinsip-prinsip bela diri, keilmuan, dan spiritualitas dalam pendekatannya.
Salah satu karakteristik utama dari PSHT adalah penggunaan jurus-jurus yang disebut “Terate”. Jurus-jurus Terate melibatkan gerakan-gerakan bela diri seperti pukulan, tendangan, kuncian, dan lemparan. Perguruan ini juga mengajarkan penggunaan senjata tradisional seperti keris, tongkat, dan golok.
Selain aspek bela diri, PSHT juga menekankan pada pengembangan karakter, etika, dan spiritualitas. Mereka mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, sikap saling menghormati, serta pemahaman tentang energi dalam tubuh dan pengendalian pikiran.
PSHT memiliki sistem tingkatan dan sabuk yang menandakan tingkat keahlian anggota. Perguruan ini juga memiliki simbol-simbol khas seperti lambang garuda, burung hantu, dan bendera merah putih.
Sebagai salah satu perguruan Pencak Silat terbesar di Indonesia, PSHT memiliki banyak anggota di berbagai daerah di Indonesia maupun di luar negeri. Mereka aktif dalam berbagai kegiatan kompetisi Pencak Silat, pertunjukan seni, serta kegiatan sosial dan kebudayaan.
PSHT juga terlibat dalam upaya pelestarian seni bela diri tradisional Indonesia dan budaya Jawa. Perguruan ini memiliki peran yang penting dalam mempromosikan Pencak Silat sebagai aset budaya Indonesia dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal.
Namun, daftar ini hanya mencakup beberapa contoh perguruan Pencak Silat yang terkenal dan tidak mencakup semua perguruan yang ada di Indonesia. Seiring dengan keberlanjutan tradisi Pencak Silat, mungkin ada banyak perguruan lain yang belum disebutkan di sini.























