JCCNetwork.id- Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengambil langkah tegas menyikapi dugaan kasus bansos beras baru-baru ini. Staf di Kemensos yang diduga terlibat dalam kasus tersebut telah dimutasi dan dinonjobkan. Langkah klaim Risma untuk mengamankan dirinya sebagai Mensos dari pihak-pihak yang berprilaku koruptif di kementerian tersebut.
“Saya butuh aman. Itu bagi saya mengamankan saya gitu kan. Saya nggak tahu setelah mungkin itu dia insaf apa, tapi yang jelas bagi saya, saya butuh aman,” kata Risma dikutip dari konferensi persnya.
Risma mengatakan, pemindahan staf itu juga sebagai langkah agar fokus pada inspeksi program tetap berjalan tanpa ada hambatan yang mengganggu.
“Saya pindah, karena kan kalau ada salah saya kan harus meriksa, nah waktu kita habis karena saya butuh inspektur untuk program saya. Karena saya tidak ingin saat saya jadi menteri, kemudian ada masalah,” katanya.
Sebelumnya, KPK menggeledah gedung Kemensos terkait dugaan korupsi bansos beras untuk pengumpulan barang bukti. Dalam kasus ini, sudah 6 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Sesuai selintingan kabar yang beredar, Kuncoro Wibowo (KW) mantan Dirut TransJakarta, ikut menjadi tersangka dalam korupsi beras itu. KW juga sempat menjabat Direktur Utama (Dirut) PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) Logistic, pada periode penyaluran bansos.























