JCCNetwork.id– Bintang Real Madrid Vinisius Jr terima teriakan rasis “mono atau monyet” dari suporter Valencia saat pergelaran lanjutan La Liga di Mestalla Stadium, pada Minggu (21/5/2023) kemarin.
Pada pertandingan itu Madrid dibabat dengan skor tipis 0-1 oleh tim tuan rumah Valencia. Laga tersebut berjalan sengit pasalnya kedua tim saling mengantar serangan mulai awal babak pertama hingga pluit panjang.
Pertandingan sempat terhenti di menit ke-71 pasalnya pemain asal negeri samba itu naik pitan, menunjuk para pendukung tim tuan rumah yang terus meneriaki “monyet” dari awal laga. Sang pengadil lapangan memberi peringatan terhadap penonton.
Laga kemudian dilanjutkan, lagi-lagi tak ada kata cape fans Los Murcielagos terus mencemooh pemain berusia 22 tahun itu.
Terus ditahan tapi sesak dihati Vini bertindak meluapkan emosinya di lapangan, hingga puncaknya saat ia diganjal kartu merah karena berseteru dengan Hugo Duro di Injury time babak kedua.
Akhir pertandingan pelatih anyar Madrid Carlo Ancelotti meluapkan marahnya karena selama laga berjalan para penonton terus meneriakan ujaran rasis kepada Vinicius dan tidak dapat diterima.
“Apa yang kita saksikan hari ini tidak bisa diterima, seisi stadion mengerikan ucapan rasis kepada Vini,” kata Ancelotti dikutip dari laporan Optus Sport.
Pada laporan itu Ancelotti mengatakan, apa yang disaksikan hari ini tidak perlu dibicarakan tentang pertandingan ini. Wasit seharusnya membatal pertandingan.
Sementara itu, dari laporan The Guardian, Valencia telah memberi hukuman terhadap salah satu fans dengan melarang ke stadion seumur hidup. Pihak klub itu juga sedang menggali informasi tentang fans lain yang terlibat.
“Kantor kejaksaan Valencia telah membuka investigasi tentang insiden ini dengan membuka kasus kejahatan rasial” laporan The Guardian
Menurut Vinicius Jr rasisme sudah menjadi hal yang normal. Ia pernah menganggap Liga Spanyol adalah liga yang terbaik.
“Ini bukan yang pertama, bukan yang kedua, bukan yang ketiga rasisme adalah hal yang normal di Spanyol” ucap Vini.
Bintang muda Brazil ini membeberkan, La Liga sudah menganggapnya normal, federasi juga melakukan hal yang sama dan para fans mendukungnya.
“Kompetisi yang dulu milik Ronaldinho, Ronaldo, Cristiano, Messi dan lainya kini jadi kompetisi milik para rasis,” papar Vini.
Vini melanjutkan, melalui insiden ini Spanyol dipandang sebagai negara rasis khususnya negara kelahirannya Brazil.
“Spanyol bangsa yang indah, tapi setuju untuk mengekspor cita rasis ke dunia luar. Saya minta maaf kepada warga Spanyol yang tidak setuju tapi sekarang di Brazil, Spanyol dikenal dengan negara rasis” tutup Vini.























