Habib Syakur: Bukti Nyata Indonesia Sasaran Para Teroris

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid mengaku sangat perihatin dan marah atas kasus penusukan terhadap petugas imigrasi dan Densus 88 Antiteror Polri yang dilakukan oleh tiga anggota teroris Katiba Tauhid Wal Jihad (KTWJ) asal Uzbekistan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara, pada Senin (10/4/2023).

Saat itu, ketiga pelaku yang bernama Bekhzod Anorbek, Imron, dan MR berupaya kabur dari Rumah Detensi Imigrasi Kelas I TPI Jakarta Utara. Mereka sebelumnya ditangkap Densus 88 Polri.

- Advertisement -

Habib Syakur menegaskan, masuknya terorisme Katiba Tauhid Wal Jihad asal Uzbekistan ini adalah bukti nyata keberadaan terorisme Internasional di Indonesia. Bahkan jaringan internasional sudah berani dengan leluasa masuk menyebarkan faham ekstremisme dan radikalisme itu.

“Karena mereka kan orang-orang yang kadar keimanannya itu sesuai dengan permufakatan teroris dan ekstremisme, dan pasti mereka punya tujuan tertentu ingin merusak fondasi kebangsaan kita,” ujar Habib Syakur kepada awak media di Jakarta, Rabu (12/4/2023).

Habib Syakur mengingatkan saat ini terus terjadi propaganda di dunia internasional, bahwa seakan-akan pemerintah Indonesia mati Islam. Padahal upaya pemerintah melalui ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah dan lainnya sudah cukup massif dengan mengadakan kegiatan dialog keagamaan internasional.

- Advertisement -

Habib Syakur pun sangat mengapresiasi Densus 88 yang secara cekatan mampu menangani masuknya ajaran ekstremisme dan terorisme ke Indonesia yang merusak sendiri bernegara dan Pancasila.

“Kinerja Densus 88 patut diapresiasi. Setinggi tingginya,” jelas Habib Syakur.

Ia juga mendorong agar dibuat Komunike Bersama antara semua kementerian lembaga dibawah Kemenkopolhukam dalam melawan terorisme ekstremisme, dan penyebaran khilafah.

Komunike bersama ini, jelas Habib Syakur, melibatkan koordinasi antara Imigrasi, Kemenkumham, Kejaksaan Agung, Kemenlu, Kapolri dan jajaran membuat Komunike bersama yang intinya membahas kesepakatan khusus untuk penindakan ekstremisme dalam beragama.

“Komunike bersam ini perlu untuk penindakan terorisme yang merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara, ongin merusak norma norma Pancasila dan UUD 1945,” jelas Habib Syakur.

Lebih jauh Ulama asal Malang Raya ini menilai Bangsa Indonesia harus kampanyekan anti politisasi identitas di dunia internasional. Kampanye yang berlawanan dengan anti-Islamofobia yang disuarakan Amerika Serikat.

Dalam kampanye anti politisasi identitas Internasional ini, Habib Syakur menilai Presiden Jokowi bisa memerintahkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk menyuarakan ke dunia Internasional tentang bahayanya gerakan propaganda terlarang dengan politisasi identitas keagamaan.

“Sehingga kita harap tak ada pelaku ekstremisme luar negeri dengan kedok teroris masuk Indonesia, ternyata menyebarkan ekstremisme beragama,” tandas Habib Syakur.

khusus untuk Densus 88, Habib Syakur juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk berterimakasih dan bangga memiliki Densus 88 karena kinerjanya sangat bagus.

Habib Syakur mengajak masyarakat untuk mendukung penuh Densus 88, sebagai garda terdepan melawan terorisme, ekstremisme, intoleransi, serta ajaran Khilafah.

“Pemerintah harus memberikan kewenangan khusu dan penuh ke Densus 88 dalam mencegah serta menindak ektremisme beragama dan teroris yang menyebabkan keresahan rakyat. Lawan paham khilafah dan kekerasan berkedok Agama,” tegas Habib Syakur.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Yerry Tawalujan Wanti-Wanti Listyo Sigit Kalau Jatuh Jangan Sendiri, Bongkar Juga Sutradara Penyadapan

JCCNetwork.id- Pemerhati politik Yerry Tawalujan menilai pengusutan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto harus dilakukan secara menyeluruh hingga mengungkap pihak yang diduga...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
RUU Perampasan Aset Harus Bisa Sita Hasil Kejahatan dari Penipuan Umrah Hingga Arisan Bodong
11:26
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya #shorts #trending
01:47
Video thumbnail
Isu Transfer Bank Kena Pajak, Suahasil Ungkap Fakta Sebenarnya
10:33
Video thumbnail
Emak Emak Curhat ke Menteri Gegara Notaris Diduga Terbitkan 21 Surat Tanpa Saksi
09:59
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg
11:25
Video thumbnail
Penantian Berbuah Manis, Nasib PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Kini Jadi Penuh Waktu #shorts#trending
01:41
Video thumbnail
Pemerintah Putuskan PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Diangkat Jadi Penuh Waktu
11:26
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER