JCCNetwork.id- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai membuka penjualan tiket kereta api jarak jauh untuk keberangkatan 1 Desember 2026 pada Minggu, 1 November 2026. Pembukaan pemesanan lebih awal ini menjadi bagian dari persiapan perusahaan menghadapi periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Masyarakat yang ingin melakukan perjalanan pada awal Desember sudah dapat memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI. Dengan dibukanya penjualan tersebut, calon penumpang memiliki kesempatan untuk merencanakan perjalanan lebih awal sekaligus menentukan jadwal keberangkatan sesuai kebutuhan.
Pembukaan pemesanan tiket ini juga bertepatan dengan persiapan penerapan Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) 2026. Penerapan grafik perjalanan terbaru tersebut akan membawa sejumlah perubahan dalam operasional dan pelayanan kereta api di berbagai wilayah.
Perubahan yang disiapkan KAI mencakup penyesuaian jadwal keberangkatan dan kedatangan, pola perjalanan kereta api, hingga stasiun-stasiun yang menjadi lokasi pemberhentian. Penyesuaian tersebut dilakukan untuk meningkatkan pelayanan sekaligus mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat.
Manager Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa perubahan dalam GAPEKA 2026 merupakan bagian dari upaya perusahaan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan perjalanan pelanggan.
Menurut Franoto, penambahan sejumlah titik pemberhentian kereta api diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses transportasi berbasis rel.
Dengan semakin banyaknya stasiun yang dilayani, jangkauan transportasi kereta api diharapkan semakin luas. Kondisi tersebut tidak hanya mendukung perjalanan antarkota, tetapi juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan mobilitas di kawasan aglomerasi.
Selain meningkatkan aksesibilitas transportasi, penyesuaian pola perjalanan dan penambahan stasiun pemberhentian juga diharapkan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar stasiun.
Aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor perdagangan dan pariwisata, berpotensi ikut berkembang seiring meningkatnya mobilitas penumpang. Kehadiran layanan kereta api di lebih banyak titik dinilai dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah yang dilalui.
Meski demikian, KAI mengingatkan pelanggan agar tidak hanya memperhatikan ketersediaan tiket, tetapi juga mencermati perubahan jadwal perjalanan yang berlaku dalam GAPEKA 2026.
Franoto meminta calon penumpang memastikan seluruh informasi perjalanan sebelum melakukan keberangkatan. Hal-hal yang perlu diperiksa meliputi jadwal keberangkatan, waktu kedatangan, tanggal perjalanan, serta kesesuaian stasiun asal dan stasiun tujuan.
Ia menegaskan, ketelitian dalam memeriksa informasi tiket diperlukan agar pelanggan tidak mengalami kesalahan dalam menentukan waktu maupun lokasi keberangkatan.
“Pastikan seluruh informasi pada tiket sudah sesuai sebelum berangkat,” ujarnya.
KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemesanan tiket lebih awal melalui aplikasi Access by KAI. Langkah tersebut juga diharapkan membantu pelanggan mempersiapkan perjalanan secara lebih terencana, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa libur akhir tahun.
Dengan adanya penerapan GAPEKA 2026, pelanggan diimbau untuk selalu memperhatikan informasi resmi dari KAI terkait perubahan operasional perjalanan kereta api.
Pemesanan tiket kereta api jarak jauh untuk keberangkatan mulai 1 Desember 2026 sudah dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI sejak Minggu, 1 November 2026.























