JCCNetwork.id- Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Desa Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo Kota, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (2/11/2026) pagi. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua unit rumah warga dan satu gudang penyimpanan barang bekas hangus dilalap api.
Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik itu menyebabkan kerugian material hingga puluhan juta rupiah. Seluruh bangunan yang terdampak mengalami kerusakan akibat besarnya kobaran api yang dengan cepat meluas ke sejumlah bangunan di sekitarnya.
Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi mata, Rofiq, titik awal kebakaran diketahui berasal dari sebuah kotak lemari es bekas yang berada di dalam gudang penyimpanan barang rongsokan.
“Awalnya dari kotak lemari es yang terbakar, Pak,” ujar Rofiq, Senin (2/11), dikutip.
Api kemudian membesar dan dengan cepat melahap berbagai barang yang tersimpan di dalam gudang. Kondisi bangunan yang dipenuhi material mudah terbakar, seperti bangkai pendingin ruangan atau AC serta televisi bekas, diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran kobaran api.
Dalam waktu singkat, api merambat ke dua rumah warga yang berada tepat di samping gudang. Posisi bangunan yang saling berhimpitan membuat kobaran api berpotensi meluas ke rumah-rumah lain di kawasan permukiman tersebut.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Sidoarjo Kota bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Kabupaten Sidoarjo segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.
Sebanyak dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan guna menjinakkan api yang sudah membesar dan melahap sejumlah bangunan.
Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas menghadapi kendala berupa akses jalan menuju lokasi yang relatif sempit karena berada di tengah kawasan permukiman padat penduduk.
Kondisi tersebut membuat armada pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik api secara langsung. Petugas pun harus mengantisipasinya dengan menyambungkan selang air dalam jarak cukup panjang dari posisi kendaraan pemadam menuju lokasi kebakaran.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga setempat kemudian berjibaku memadamkan kobaran api agar tidak semakin meluas dan membakar bangunan lainnya.
Setelah melakukan upaya pemadaman selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan hingga benar-benar padam. Petugas selanjutnya melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kapolsek Sidoarjo Kota, Kompol Hery Setyo Susanto, memastikan kondisi lokasi kebakaran telah terkendali. Seluruh area yang terdampak juga sudah dinyatakan aman setelah petugas menyelesaikan proses pemadaman dan pendinginan.
“Dibantu masyarakat, kami masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Saat ini seluruh area yang terbakar sudah dinyatakan aman dari api,” tegas Kompol Hery.
Lebih lanjut, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti sumber pemicu kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik, tetapi penyebab tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan di lokasi kejadian.
Sebagai bagian dari proses penyelidikan, polisi telah memasang garis polisi di sekitar bangunan yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus memberikan ruang bagi petugas dalam mengumpulkan keterangan dan bukti pendukung.
Peristiwa kebakaran ini menjadi perhatian karena terjadi di kawasan permukiman dengan jarak antarrumah yang berdekatan. Keberadaan gudang berisi barang-barang bekas yang mudah terbakar turut memperbesar risiko penyebaran api ketika terjadi kebakaran.
Saat ini, situasi di Desa Bluru Kidul telah dinyatakan aman dan tidak ditemukan lagi kobaran api di lokasi kejadian. Sementara itu, kepolisian masih melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga dan satu gudang barang bekas tersebut.
























