JCCNetwork.id – Jumlah warga Palestina yang tewas di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 dilaporkan mencapai 74.016 orang.
Sementara itu, total korban luka tercatat sebanyak 175.068 orang, berdasarkan data otoritas kesehatan Palestina hingga 26 September 2026.
Dalam 48 jam terakhir, rumah sakit di Gaza menerima tujuh jenazah dan 38 korban luka.
Data yang sama mencatat 1.415 orang tewas dan 4.953 lainnya mengalami luka sejak gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober 2025.
Tim penyelamat juga masih melakukan evakuasi korban dari bangunan yang runtuh.
Sebanyak 834 jenazah telah ditemukan dari bawah reruntuhan sejak periode gencatan senjata tersebut.
Sejumlah korban lainnya masih dilaporkan berada di bawah puing-puing atau di jalan karena tim medis dan penyelamat menghadapi kendala untuk menjangkau lokasi.
Di tengah kondisi tersebut, Indonesia kembali menyampaikan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan posisi tersebut saat membacakan Pernyataan Nasional Indonesia dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Sabtu (26/9/2026).
“Dalam hal tersebut, Palestina tetap menjadi salah satu ujian paling jelas terhadap prinsip ini, serta ujian bagi hati nurani kita,” tegas Sugiono.
Sugiono menyebut Palestina sebagai salah satu persoalan yang menguji kemampuan sistem multilateral dalam menjalankan prinsip-prinsip hukum internasional.
Ia menegaskan bahwa hukum internasional perlu ditegakkan secara konsisten, kedaulatan negara dihormati, dan kolonialisme diakhiri.
Indonesia juga menegaskan dukungannya terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri serta pembentukan negara Palestina yang merdeka dan berdaulat melalui solusi dua negara (two-state solution).
“Perjuangan bangsa kami untuk mencapai kemerdekaannya adalah yang membentuk dukungan konsisten kami bagi rakyat Palestina serta hak mereka menentukan masa depannya sendiri,” ujar Sugiono.
Sebelumnya, dalam pertemuan menteri luar negeri negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di New York, Sugiono juga menyerukan penguatan koordinasi untuk mendorong perdamaian berkelanjutan di Palestina.
Pemerintah Indonesia mendorong implementasi peta jalan perdamaian di Gaza yang turut memperkuat persatuan nasional dan kapasitas pemerintahan Palestina.
Indonesia juga menilai penegakan hukum internasional dan pertanggungjawaban atas pelanggaran menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan perdamaian di kawasan.
“Kedaulatan harus dihargai dan kolonialisme harus diakhiri,” pungkas Sugiono.


















