JCCNetwork.id- PT KAI Commuter menambah 13 perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) pada relasi Jakarta-Bogor dan Bogor-Jakarta mulai Rabu, 10 September 2026. Langkah tersebut ditempuh setelah evaluasi terhadap perubahan pola perjalanan KRL yang sebelumnya menyebabkan peningkatan kepadatan penumpang pada jam sibuk pagi.
Penambahan perjalanan dilakukan untuk memperkuat kapasitas layanan di tengah berlangsungnya perawatan sejumlah sarana KRL. Kebijakan tersebut sekaligus menjadi respons operator terhadap kondisi di lapangan setelah adanya penyesuaian jadwal perjalanan sejak awal September.
Sebelumnya, KAI Commuter memberlakukan penyesuaian sekaligus penghentian sementara sejumlah perjalanan KRL pada lintas Bogor-Depok menuju Jakarta Kota. Kebijakan itu berlaku sejak 7 September dan direncanakan berlangsung hingga 30 September 2026.
Pengurangan perjalanan tersebut berkaitan dengan kebutuhan perawatan rutin secara intensif terhadap sejumlah rangkaian kereta. Perawatan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan sarana sekaligus memastikan keselamatan perjalanan KRL bagi masyarakat.
Namun, perubahan jadwal berdampak terhadap pola mobilitas pengguna KRL, terutama pada pagi hari ketika volume perjalanan menuju Jakarta meningkat tajam.
Pada awal penerapan kebijakan, kepadatan penumpang sempat terjadi di sejumlah stasiun yang menjadi titik keberangkatan utama dari wilayah Bogor dan sekitarnya. Stasiun Bogor, Cilebut, serta Depok termasuk lokasi yang mengalami peningkatan konsentrasi penumpang pada periode jam sibuk.
Kondisi tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi KAI Commuter selama tiga hari pertama pelaksanaan penyesuaian perjalanan, yakni pada 7 hingga 9 September 2026.
Hasil evaluasi menunjukkan perlunya penambahan kapasitas perjalanan pada relasi yang memiliki tingkat mobilitas penumpang tinggi. KAI Commuter selanjutnya mengambil langkah taktis dengan menambah 13 perjalanan mulai 10 September.
Tambahan perjalanan tersebut berasal dari pengalihan unit yang sebelumnya melayani rute Tanjung Priok. Selain itu, penyesuaian juga dilakukan dengan memanfaatkan dukungan dari jalur layanan Bandara Soekarno-Hatta.
Strategi tersebut memungkinkan operator meningkatkan kapasitas perjalanan tanpa mengabaikan kebutuhan perawatan sarana yang masih berlangsung.
Dampak kebijakan penambahan perjalanan mulai terlihat pada kondisi layanan pagi hari. Berdasarkan pantauan di Stasiun Manggarai pada pukul 07.53 WIB, situasi peron terpantau relatif terkendali.
Pada waktu tersebut, yang masih berada dalam periode jam sibuk, arus kedatangan dan keberangkatan KRL berlangsung relatif normal. Kepadatan ekstrem seperti yang sempat terjadi pada hari-hari sebelumnya juga tidak terlihat.
Kondisi peron pada arah Jakarta Kota maupun Bogor masih dapat dikendalikan meskipun jumlah pengguna jasa tetap tinggi. Penambahan perjalanan diharapkan dapat membantu mendistribusikan penumpang sehingga beban pada rangkaian tertentu tidak terkonsentrasi dalam satu perjalanan.
KAI Commuter tetap meminta masyarakat memperhatikan informasi operasional karena pola perjalanan masih dapat mengalami perubahan selama proses perawatan sarana berlangsung.
Pengguna KRL juga diimbau secara rutin memeriksa pembaruan jadwal melalui aplikasi resmi KAI Commuter sebelum melakukan perjalanan. Langkah tersebut penting agar masyarakat dapat menyesuaikan waktu keberangkatan dengan perubahan jadwal yang berlaku.
Operator juga mengingatkan pengguna jasa untuk memperhitungkan waktu perjalanan, terutama bagi masyarakat yang menggunakan KRL pada periode jam sibuk pagi dan sore.
Dengan penambahan 13 perjalanan ini, KAI Commuter berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan perawatan rangkaian dan tuntutan pelayanan kepada masyarakat. Evaluasi terhadap kondisi operasional juga akan terus dilakukan untuk memastikan kapasitas perjalanan tetap sesuai dengan tingkat kebutuhan penumpang.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya KAI Commuter menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek, khususnya pengguna KRL lintas Bogor yang setiap hari mengandalkan layanan kereta sebagai moda transportasi utama menuju Jakarta.




