JCCNetwork.id-Seorang bocah berusia enam tahun mengalami luka serius setelah diduga menjadi korban perundungan oleh dua remaja di kawasan Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (6/6/2026) malam.
Korban sempat tidak sadarkan diri usai tersengat aliran listrik dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Insiden tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan rekaman, korban yang tengah bermain bersama teman-temannya didatangi oleh dua remaja sebelum kemudian diangkat secara paksa.
Dalam rekaman itu, kedua remaja diduga menempelkan tubuh korban ke sebuah tiang lampu taman.
Sesaat kemudian, korban tersengat arus listrik yang diduga berasal dari kebocoran instalasi pada tiang lampu tersebut dan langsung terjatuh tak sadarkan diri.
Warga yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian kepala dan kaki kiri.
Ibu korban, Vira, mengatakan putranya harus menjalani perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebelum akhirnya diperbolehkan pulang.
“Anak saya sampai tidak sadarkan diri setelah kejadian itu. Dia mengalami luka di bagian kepala dan kaki kiri sehingga harus dirawat di rumah sakit selama tiga hari,” ujar Vira.
Menurut keterangan keluarga, sebelum kejadian tersebut korban juga diduga beberapa kali menjadi sasaran pemalakan oleh pelaku.
Korban disebut kerap dimintai uang dan mendapat ancaman akan dikucilkan dari lingkungan bermain apabila tidak menuruti permintaan tersebut.
“Sebelumnya anak saya sering dimintai uang. Kalau tidak memberi, dia diancam tidak boleh bermain dan akan dijauhi,” ucapnya.
Meski telah kembali ke rumah, kondisi psikologis korban dilaporkan masih terganggu.
Keluarga menyebut korban mengalami trauma dan menunjukkan rasa takut saat berinteraksi dengan orang yang tidak dikenalnya.
Kasus dugaan perundungan terhadap anak tersebut telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat.
“Sekarang (anak saya) masih trauma. Dia jadi takut bertemu orang asing dan sering teringat kejadian itu,” kata Vira.
Keluarga berharap kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap seluruh fakta peristiwa serta menindak pihak yang bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum yang berlaku.



