Rupiah Tembus Rp17.717, Pemerintah Intervensi Pasar Obligasi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat menyentuh level Rp17.717 memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait stabilitas ekonomi nasional. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah yang rentan terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup.

Menanggapi situasi tersebut, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat agar tidak bereaksi berlebihan terhadap tekanan yang sedang dialami mata uang rupiah. Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri agenda di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/5).

- Advertisement -

“Jadi jangan khawatir,” kata Menteri Purbaya di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (18/5).

Menurut Purbaya, kondisi ekonomi Indonesia secara fundamental masih berada pada jalur yang kuat dan stabil. Pemerintah disebut terus mengupayakan berbagai langkah percepatan pemulihan dan penguatan ekonomi nasional agar tetap mampu tumbuh positif di tengah tekanan ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda.

“Kita betul-betul memperbaiki ekonomi dan sudah kelihatan di triwulan keempat dan triwulan pertama tahun ini kita sudah tumbuh semakin cepat dan kita akan jaga terus supaya lebih cepat lagi,” ujarnya.

- Advertisement -

Ia menjelaskan, tren pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa kuartal terakhir menunjukkan perbaikan yang cukup signifikan. Pemerintah optimistis laju pertumbuhan akan terus meningkat seiring dengan berbagai kebijakan fiskal dan moneter yang sedang dijalankan.

Purbaya menilai pelemahan rupiah saat ini lebih dipengaruhi oleh tekanan eksternal dan sentimen pasar global, sehingga sifatnya hanya sementara. Ia memperkirakan tekanan terhadap mata uang domestik akan mulai berkurang dalam waktu dekat, terutama setelah pemerintah melakukan langkah stabilisasi di pasar keuangan.

Salah satu langkah yang kini ditempuh pemerintah adalah melakukan intervensi bertahap di pasar obligasi melalui skema Bond Stabilization Fund (BSF). Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasar surat utang negara sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

Selain intervensi pemerintah, masuknya kembali investor asing ke pasar obligasi domestik juga dinilai menjadi sinyal positif bagi pemulihan sentimen pasar. Menurutnya, berkurangnya tekanan di pasar obligasi biasanya akan berdampak langsung terhadap perbaikan nilai tukar rupiah.

“Saya pikir pertengahan minggu ini juga sudah mulai berkurang. Pemerintah sudah masuk ke bond market sedikit demi sedikit, asing juga mulai masuk, sehingga tekanan di bond mestinya berkurang. Biasanya kalau tekanan di bond berkurang, sentimen negatif juga berkurang ke nilai tukar,” tuturnya.

Purbaya juga menepis anggapan yang menyebut kondisi fiskal Indonesia sedang mengalami tekanan serius. Ia menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berada dalam kondisi sehat dan terkendali.

“Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. APBN kita yang sebagian majalah ekonomi bilang berantakan. Nggak, kita bagus sekali. Dan mereka gak ngerti apa yang kita kerjakan,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut dia, bahkan berencana menyampaikan penjelasan resmi melalui konferensi pers guna memaparkan kondisi fiskal negara dan perkembangan APBN secara terbuka kepada publik. Langkah tersebut dilakukan untuk meredam spekulasi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional.

Ia menegaskan pemerintah tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penguatan sektor riil, menjaga arus investasi, serta memastikan program-program strategis tetap berjalan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Ketegangan AS–China Memanas di KTT Beijing

JCCNetwork.id-Presiden China Xi Jinping memberikan peringatan keras terkait potensi “bentrokan bahkan konflik” dengan Amerika Serikat apabila ketegangan mengenai Taiwan tidak dikelola dengan baik. Peringatan tersebut...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER