AS Pertimbangkan Opsi Militer ke Iran di Tengah Negosiasi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Pernyataan Donald Trump terkait Iran kembali memicu ketidakpastian di pasar global setelah ia menyampaikan sinyal kebijakan yang tidak konsisten antara diplomasi dan opsi militer.

Dalam keterangan kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One, Minggu (29/3/2026), Trump mengatakan proses negosiasi dengan Iran masih berlangsung melalui jalur langsung maupun tidak langsung.

- Advertisement -

Ia menyebut peluang tercapainya kesepakatan tetap terbuka dalam waktu dekat.

Namun, di saat yang sama, Trump juga mengemukakan kemungkinan langkah agresif, termasuk wacana pengambilalihan aset energi Iran.

Ia bahkan menyinggung opsi penguasaan Pulau Kharg, yang merupakan pusat utama ekspor minyak Iran.

- Advertisement -

Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap membuka ruang dialog, tetapi tidak mengesampingkan opsi militer apabila perundingan gagal.

Pernyataan yang berubah-ubah tersebut dinilai menyulitkan pelaku pasar dalam membaca arah kebijakan Washington.

Ketidakpastian itu berdampak pada lonjakan harga energi global.

Harga minyak dunia tercatat meningkat lebih dari 60 persen dalam sebulan terakhir, dengan Brent mendekati level US$116 per barel di tengah kekhawatiran terganggunya pasokan.

Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf turut menarik perhatian setelah menyampaikan pesan bernada sindiran terkait dinamika pasar saham.

Ia menyebut informasi pra-pembukaan pasar kerap dimanfaatkan untuk spekulasi dan menyarankan pelaku pasar mengambil posisi berlawanan.

Sejumlah laporan tidak resmi menyebut Ghalibaf termasuk pihak yang terlibat dalam komunikasi dengan Washington.

Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump juga menyinggung sosok tersebut serta mengklaim telah memberikan izin lebih banyak kapal berbendera Pakistan untuk melintas di Selat Hormuz.

Di sisi lain, Trump menyatakan bahwa situasi politik di Iran telah mengalami perubahan secara de facto.

Ia menilai pihak yang saat ini berhadapan dengan AS lebih profesional dan terbuka terhadap negosiasi, meskipun tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Sementara itu, Pakistan kembali menawarkan diri sebagai mediator.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan kesiapan Islamabad untuk memfasilitasi dialog setelah melakukan komunikasi dengan Turki dan Mesir.

Laporan Wall Street Journal menyebut pemerintah AS tengah mempertimbangkan pengerahan pasukan ke Iran untuk mengamankan stok uranium yang diperkaya.

Langkah tersebut dinilai berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas apabila direalisasikan.

Hingga kini, belum ada kepastian terkait arah penyelesaian konflik yang telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

DKI Siaga El Nino, Water Mist Kembali Diaktifkan

JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menyiapkan serangkaian langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung lebih panjang pada tahun ini,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER