Ahok Bersaksi di Sidang Korupsi LNG Pertamina

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahja Purnama, memenuhi panggilan sidang sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pengadaan liquefied natural gas (LNG) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/3).

Basuki yang akrab disapa Basuki Tjahja Purnama tiba sekitar pukul 09.57 WIB. Ia mengenakan batik hitam putih dan langsung memasuki area gedung pengadilan. Kehadirannya menjadi sorotan karena perkara ini berkaitan dengan kebijakan strategis pengadaan LNG Pertamina pada periode 2011–2021.

- Advertisement -

Sebelum memasuki ruang sidang, Ahok sempat menyampaikan pernyataan singkat kepada awak media. Ia menegaskan akan memberikan keterangan sesuai fakta yang diketahuinya. “Ya kita tunggu jawab pertanyaan aja yang bisa kita jawab sesuai fakta aja,” ujar Ahok.

Sidang kali ini merupakan bagian dari pemeriksaan saksi untuk mengungkap dugaan penyimpangan dalam kontrak pengadaan LNG dari Corpus Christi Liquefaction LLC (CCL). Jaksa penuntut umum mendakwa dua pejabat terkait, yakni Hari Karyulianto dan Yenni Andayani, atas dugaan perbuatan melawan hukum yang dinilai merugikan keuangan negara.

Hari Karyulianto didakwa terlibat dalam proses pengadaan LNG yang disebut tidak melalui tata kelola dan pedoman pengadaan internasional sebagaimana mestinya. Ia juga disebut tetap melanjutkan proses pembelian LNG dari perusahaan yang terafiliasi dengan Cheniere Energy tanpa dukungan kajian komprehensif.

- Advertisement -

Sementara itu, Yenni Andayani yang menjabat sebagai Vice President Strategic Planning Business Development Direktorat Gas Pertamina periode 2012–2013, diduga mengusulkan penandatanganan Risalah Rapat Direksi (RRD) Sirkuler terkait kontrak jual beli LNG Train 1 dan Train 2 dengan CCL. Penandatanganan tersebut disebut tidak didahului analisis keekonomian, penilaian risiko, maupun mitigasi risiko yang memadai.

Jaksa menyebut, kontrak pembelian LNG dilakukan tanpa kepastian pembeli akhir yang telah terikat perjanjian, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian finansial besar. Berdasarkan perhitungan auditor, kerugian negara dalam perkara ini mencapai 113,84 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,77 triliun.

Dalam dakwaan juga disebutkan adanya aliran keuntungan kepada sejumlah pihak. Salah satunya mantan Direktur Utama Pertamina periode 2009–2014, Karen Agustiawan, yang disebut menerima Rp1,09 miliar dan 104.016 dolar AS. Selain itu, CCL juga disebut memperoleh keuntungan hingga 113,84 juta dolar AS dari kontrak tersebut.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Majelis hakim menjadwalkan sidang lanjutan dengan agenda pendalaman keterangan saksi dan pemeriksaan bukti tambahan. Proses persidangan diharapkan dapat mengurai secara terang dugaan praktik korupsi dalam proyek pengadaan LNG yang melibatkan pejabat di lingkungan Pertamina tersebut.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Kabut Asap Kembali Selimuti Sampit

JCCNetwork.id- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Selasa pagi, 3...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg #shorts #trending
01:20
Video thumbnail
Pemerintah Siapkan Rekrutmen CPNS November 2026, Ini Pesan Mensesneg
11:25
Video thumbnail
Penantian Berbuah Manis, Nasib PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Kini Jadi Penuh Waktu #shorts#trending
01:41
Video thumbnail
Pemerintah Putuskan PPPK Guru, Damkar hingga Nakes Diangkat Jadi Penuh Waktu
11:26
Video thumbnail
Lawan Mafia Beras, Mentan Amran Siapkan Hadiah Buat Warga yang Berani Lapor #shorts #trending
01:54
Video thumbnail
Mentan Amran Siapkan Hadiah bagi Warga yang Berani Laporkan Mafia Beras SPHP
08:05
Video thumbnail
Tersangka Penyadapan Prabowo Bertambah, Irjen SU Diduga Beri Izin kepada Irjen AS #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Kasus Sadap Prabowo Kian Melebar, Irjen SU Diduga Izinkan Irjen AS Lakukan Penyadapan
05:44
Video thumbnail
Detik-Detik Gubernur Sherly Tampil Cantik di Hadapan Tim Kemendagri saat Presentasi
12:28
Video thumbnail
Di Tengah Gejolak Internal Polri, Suyudi Dapat Dukungan dan Bimbingan dari Para Senior #shorts
01:28
Video thumbnail
Di Tengah Kasus Penyadapan, Suyudi Dapat Dukungan Barisan Jenderal Senior Eks Kapolri
02:32
Video thumbnail
Rocky Gerung Blak-blakan soal Penyadapan, Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap #shorts #trending
01:52
Video thumbnail
Singgung Kasus Penyadapan, Rocky Gerung Sebut Mau Beli Alat Sadap agar Tak Disadap
08:26
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini #shorts #trending
01:16
Video thumbnail
Pedas, Amran Sindir Pengamat yang Tak Percaya Ada Mafia, Sampai Bilang Begini
08:46
Video thumbnail
Sorotai Gejolak Internal Polri, Menko Dudung Minta Masyarakat Jangan Resah #shorts #trending
01:50
Video thumbnail
Di Tengah Ramainya Isu Penyadapan dan Gejolak Polri, Ini Pesan Menko Dudung untuk Rakyat
02:11
Video thumbnail
Detik-Detik Hakim Suhartoyo Cecar Pemohon yang Tak Kenakan Toga #shorts #trending
01:48
Video thumbnail
Momen Hakim Suhartoyo Tegur Pemohon Uji UU Polri Tak Pakai Toga: Tidak Usah Ikut Sidang
09:05
Video thumbnail
Mengingat Pidato Prabowo, Pernah Singgung Pertandingan Jenderal-Jenderal #shorts #trending
01:24

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER