Risiko Tekanan Fiskal Gegara Utang Kereta Cepat Whoosh Ditanggung APBN

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

Koma.id- Pemerintah memutuskan kewajiban pembayaran utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh akan ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Keputusan itu langsung menuai sorotan dari kalangan ekonom. Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, menilai rencana penggunaan APBN untuk membayar utang proyek Whoosh senilai sekitar Rp1,2 triliun per tahun berisiko menekan ruang fiskal pemerintah.

- Advertisement -

Menurut Nailul, pembayaran utang proyek KCJB yang dibangun pada era Presiden ke-7 RI Joko Widodo semestinya tidak dibebankan sepenuhnya kepada APBN.

Ia menjelaskan, skema pembiayaan utang Whoosh bersifat multiyears dan berpotensi mengurangi kapasitas fiskal pemerintah dalam melakukan pembangunan nasional.

Pemerintah belum merinci skema teknis penanggungannya, termasuk mitigasi risiko terhadap fluktuasi suku bunga dan dampaknya terhadap prioritas belanja negara ke depan.

- Advertisement -

 

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BI Proyeksi Devisa RI Tembus USD147,5 Miliar

JCCNetwork.id- Bank Indonesia (BI) memperkirakan cadangan devisa Indonesia berpeluang kembali meningkat hingga mencapai USD147,5 miliar. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi akhir Agustus 2026...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER